“A
SHORT STORY ABOUT FANGIRL :’)”
Chingu-deul, baca ini. Sebuah Fan Trur Story atau
FTS buatan aku sendiri. Yang merasa seorang fangirl, wajib membacanya... baca
dengan tempo lambat dan cerna kata-katanya hingga benar-benar meresap
dalam-dalam kehati kalian. Aku harap kalian bisa memahami... arti dalam dari
satu kata itu ‘FANGIRL’ :’)
Tittle FTS : A Short Story About Fan Girl
Author : Jihan Kusuma
-ooooo-
Sincerity of a
fangirl
Oppa, I love
you. I looked your picture everyday, like your name imprinted permanently into
my head. But you don’t know it all… :’)
Oppa, tidakkah
kau tahu? Kau orang pertama yang kuingat ketika aku membuka mata di pagi hari
dan orang terakhir yang ingin kulihat sebelum aku menutup mata untuk tidur. Aku berharap kau ada disampingku dengan senyumanmu
itu. Aku selalu membayangkan itu sambil memperhatikan fotomu.
Dear bias,
Tidak tahukah dirimu? Ketika aku memimpikan sesuatu
tentang dirimu dimalam hari aku sama sekali tidak berniat terbangun dari mimpi
itu. Aku seakan-akan berniat untuk membisiki sang matahari agar tidak muncul
keatas bumi untuk satu hari saja demi waktu kita, demi waktuku ketika kita
bersama. Dan aku ingin berkata kepada ibuku untuk tidak membangunkanku dari
dunia terindahku ini. Seolah aku ingin tidur selamanya... let me asleep
forever... :’)
Oppa, ketika aku
duduk diranjang dan bersandar di dinding kamar aku selalu berharap kaulah orang
yang juga bersandar dibalik dinding yang sama itu. Aku menganggap kau dekat dan
ada disampingku setiap saat.
Dan ketika aku mendapati konsermu di negaraku, aku
sangat bersemangat dan ingin sekali melihatmu secara langsung walau dari
kejauhan. Aku ingin memanggil namamu dan mengalami kontak mata secara langsung
denganmu. Tetapi mengapa bahkan itu sangat tidak mungkin bagiku. Uang, izin
dari orang tua, waktu, itu semua menghalangiku untuk melangkah mendekat padamu.
Dan karena itulah, aku sempat berharap agar kau tidak perlu datang kemari
supaya hatiku tak terluka karenamu.
I wish you were
here…
Aku ingin kau menyanyikan sebuah lagu khusus untukku.
Tapi apalah
daya, aku harus menelan air mataku sendiri. Dan diakhiri dengan senyuman pahit
usai kusadari bila aku ini hanya sesosok fan girl dengan tangan pendek yang
mustahil untuk meraihmu.
Apapun tentang
dirimu dengan mudahnya merasuki kepalaku.
Kau ada
dimana-mana. Disini, disana, diatas awan, dibalik sinar bulan, dihatiku…
Namamu bagai
tercetak secara permanen dalam otakku. Ya, sebuah ruang memori kecil dalam
otakku yang disitu penuh akan dirimu.
And I remember
all those crazy things I did
Aku menggila,
memperebutkan namamu diantara fangirl lain seolah aku ini fans
nomor satu, dan seakan-akan
kau benar-benar diantara kami. Menyakitkan. Kami telah gila.
Aku seolah tidak
peduli atas apa yang selama ini mejadi pagar diantara kita. Aku tidak peduli
akan usia kita yang terlalu jauh untuk bersama. Usia hanya
angka. Usia hanya perbedaan kapan kita terlahir didunia ini. Tapi kenapa? Aku terus membayangkan kebersamaan kita.
I think, people
will laugh if listen fangirl’s explain. Too crazy, imposible imagine. Dream
high.
I love you
I want you
I kissed your
photo
I usually
cry because of you
But, you don’t
know it all…
Haha, its hurt!
Really hurt! :’)
Kau tidak tahu
bila aku yang disini mencintaimu dan menangis untukmu.
Oppa, tidakkah
kau membayangkah betapa sakitnya mencintai seseorang yang berada teramat jauh
darimu. Kau memimpikan orang itu. Kau menggumamkan namanya walau dalam tidurmu.
Dan kau ingin mengatakan cinta padanya, hanya sekedar menyatakan ‘aku cinta
kamu’ namun bahkan hal sekecil itupun tidak mampu dilakukan.
Ketika kau dekat degan seorang idol lain, tidak
tahukah kau sebesar apa rasa cemburuku? Tidak tahukan kau separah apa retakan
dalam dadaku ketika melihatmu dengannya? Luka itu bahkan belum menghilang
hingga sekarang. Rasa khawatirku membesar ketika kau semakin sukses. Takut bila
kau dekat dengan yang lainnya...
Karena itulah, pada suatu hari aku berdoa agar aku
terlepas dari tubuh’ku’. Aku berharap bertukar tubuh dengan seorang idol di
Korea sana. Idol yang mungkin bisa dekat denganmu dan kita bisa memulai sebuah
hubungan. :’)
Ketika ada seorang teman yang bertanya kepadaku.
“Siapa pacarmu itu? Bukankah kau tidak punya pacar?” aku hanya akan tersenyum
padanya lalu berucap “Aku memiliki pacar, tetapi dia tidak sedang disini. Dia
ada di Korea Selatan.”
Kaulah yang membuatku sulit mencintai yang lainnya.
Sangat sulit bagiku untuk cinta kepada laki-laki lain seolah rasa dalam hatiku
ini sudah mati rasa dan hanya dipenuhi oleh namamu, namamu, dan namamu seorang.
Aku terlalu mencintaimu.
Karena aku tahu, berpacaran berarti sama dengan
memisahkan diri dari dunia yang begitu kucintai ini. Dunia Fangirl. Tempat
dimana para fan girl alias gadis pemimpi bersama-sama dan bergandengan tangan
dalam sebuah fandom yang akan selalu mereka banggakan. Kami para fangirl selalu
bersama, membagi kasih sayang, membagi rasa, tertawa bersama, bersedih bersama,
dan terkadang menangis bersama, itu semua membuatku tidak ingin pergi
meninggalkan jati diriku sebagai fangirl. Dan (lagi) karena itulah aku selalu
menginginkan untuk selamanya berusia 13, 14, 15, dimana usia-usia tersebut
sangat nikmat untuk ber-fangirl-ria. Lalu kami akan menjadi semakin sedih
ketika harus bertambah besar dan mendapat panggilan ‘Unnie’ dari siapapun
seolah kitalah yang tertua disini. Itu sangat menyedihkan... :”)
Sakit Oppa, ini begitu sakit dan aku masih menahannya.
Aku selalu berusaha mengerti bahasamu. Aku selalu
ingin memahami apa saja yang kau nyanyikan. Tapi tidak semudah itu. Kau
bagaikan seseorang yang selalu bisa membuatku tertawa. Dan ketika aku lelah
ataupun sedih, lagu dan suaramulah yang selalu berhasil melunturkan perasaan
itu. Kau penenangku. Aku hanya mampu menangis dan menyadari kehadiranmu
disampingku hanya terjadi dalam mimpi semalam.
Hingga aku sadar
betapa kuatnya hati ini. Hingga aku sadar betapa tegarnya diriku. Aku terus
mencintaimu walaupun telah mengalami berkali-kali sakit hati.
Kekuatan hati
seorang fangirl…
:’)

0 comments:
Post a Comment