〖Marriage
With A Boss〗
CHAPTER 1
Suho telah semalaman berada di kantor dan dia hanya mampu duduk lalu
menguap tanpa bisa tidur. Selain karena tidak adanya kasur empuk dan selimut,
namja itu terganggu akan ocehan di gadis muda yang kini terlentang di sofa ruangannya.
Mengoceh?
Bukankah dia sedang tidur?
Haha! Memang.
Gadis itu mengigau dan terus mengucapkan kata-kata pendek yang kurang
jelas. Berkali-kali Suho menggebrak meja dan meneriaki gadis itu agar diam dan
berhenti ngelindur. Dia hampir gila memikirkan ini semua. ‘Gadis itu merepotkan
sekali!’ batinnya.
Suho melempar pandangannya yang mulai sayu kesebuah jam dinding besar
warna abu-abu yang terpajang di dinding ruang kerjanya. Jam sudah menunjukkan
pukul dua pagi dan dia belum tidur satu menitpun. =o=
Namja itu berdiri dan mendekati si yejoja. Suho berkacak pinggang
sambil memandangi muka gadis tersebut.
“Bangun tukang tidur” ucapnya lirih.
Si gaidis malah menggeliat dan mengulur pinggangnya lalu
menggaruk-garuk tepian bibirnya yang disana ternodai oleh bekas soju. Suho
semakin jijik dengan gadis tersebut. ‘Apa kata dunia? Aku telah mengakui gadis
jorok ini sebagai kekasih? =o=’ pikirnya.
“Bangun yeoja pemabuk!” akhirnya namja itu menampar bokong yeoja itu.
“Aduh... dasar sialan!” balasnya sambil kembali menggeliat.
Sepertinya dia masih mabuk.
“Apa kau bilang aku sialan?” tanya Suho sambil memincingkan alisnya.
“Ya, yeoja sialan!” kemudian si gadis tertawa-tawa sendiri dalam
posisi kedua matanya yang masih terpejam rapat.
Kerutan yang tadinya mengihai dahi namja itu perlahan mengendur dan
kembali menampilkan dahi ratanya yang berwarna putih bersih. Dia sadar,
ternyata gadis itu tidak sedang mengatainya sialan atau apa itu. Melainkan yang
dimaksudkannya adalah seorang yeoja, seperti apa yang dia katakan tadi.
“Yeoja?...” gumam Suho.
“Ne! Iya kau! Apakah hanya bisa merebut huh? Yeoja sialan!” kini
sumpah serapah terdengar menggema di ruangan kerja ini.
Otak encer namja itu kembali berputar. ‘Yeoja, sialan, merebut...’
batinnya sembari terus berfkir. Bisa jadi gadis ini sedang sakit hati atau
putus cinta, dan memutuskan untuk mabuk. Ya, itu kemungkinan utamanya.
Suho berusaha untuk menahan emosinya lagi. Mungkin sebaiknya dia
tidak mengganggu dan membiarkan gadis itu sampai pulih dan terbangun. Sesebal
apapun dengan seseorang, Suho merupakan namja yang pernah mengalami sekolah
untuk kepribadian dan etika yang baik. Jadi, baginya... akan lebih baik jika
dia tidak mengganggu gadis itu.
〖Marriage
With A Boss〗
Nayoung Point-Of-View
“Whoaaam!” mulutku terbuka lebar sambil menarik tangan keatas
tinggi-tiggi seolah benar-benar ingin mematahkan tulang punggungku yang terasa
remuk karena terlalu lama diam dalam posisi melengkung. Aku tersadar dari mimpi
buruk semalam. Mimpi yang mengisahkan tentang diriku yang sedang keoyokan
dengan seorang yeoja perebut kekasihku. Ya! Aku masih ingat jelas bayang-bayang
menyeramkan semalam dimana aku membawa obor sambil mengomelinya hingga mulutku
mengeluarkan busa.
Kutarik lenganku kekiri hingga tubuhku condong. Begitu juga dengan
kedua kakiku yang merenggang hingga panjang. Tetapi ups! Kenapa ini?
‘Brug!’
Bayang-bayang si nenek sihir bergigi ompong itu pecah seketika.
Bersamaan dengan jatuhnya diriku disebuah permukaan datar yang dingin dan...
yah, ini wangi. Hey, aku kenal wangi ini! Wangi obat pel yang sama seperti apa
yang Eommaku dulu sering gunakan. Apakah mimpi itu telah membuatku
berteleportasi hingga kembali ke kampung halaman di Jin An? Oh tidak mungkin!
Lalu apa ini?
Dengan teramat perlahan kutengakkan tulang leherku yang terasa begitu
sulit menyangga kepala. Dan baru kusadari bila kepalaku masih pusing. Namun,
O’o...
Ketika aku membuka mata aku langsung tercengang dengan sebuah
pemandangan asing yang aku tidak tahu dimana. Yak? Apa ini?
Mataku menyimpit begitu mendapati sebuah benda berkilau yang mungkin
berbahan kulit badak berwarna hitam. Saking berkilaunya benda itu aku bisa
melihat wajah menyedihkanku disana –yang demi apapun itu sangat menyedihkan.
Kufokuskan indera penglihatanku. Dan baru kusadari bila kedua benda
kembar itu memiliki tali dengan warna senada!
Ini,
Ini sebuah....
Ini sebuah sepatu =o=
Kedua mataku bergerak semakin keatas mendapati sepasang kaki pendek
yang terbalut celana setelah jas yang orang itu kenakan. Dan akhirnya kedua
bola mataku berhenti usai mendapati wajah seseorang. Wajah dengan kulit putih
dan bentuk alis yang sempurna dan tatanan rambut berkilau seolah baru saja
tersiram minyak goreng =o= Kedua mata tajamnya menatapku seolah-olah aku ini
daging presto yang siap untuk ditelan bulat-bulat.
Dia,
Seorang namja!
Mataku membulat seketika. Aku langsung bangun dari posisi terbaring
di lantai dan duduk bersandar disebuah sofa warna merah –yang baru saja
kutiduri. Aku mendadak salah tingkah dan gugup. Kuingat-ingat apa yang telah
kulalui kemarin ketika masih sadarkan diri. Ya! Aku ingat! Aku mabuk! Gawat!
Kuraba pakaianku yang ternyata masih lengkap untuk memastikan sesuatu
tidak terjadi pada diriku ini.
“Sudah bangun ya? Tidur nyenyak?” tanyanya dengan nada datar yang
membuat bulu kudukku meremang.
Pandanganku tersebar kesekitar lalu kembali ke namja tak kukenal itu.
“Siapa kau? Kenapa aku disini?”
“Kenapa kau disini?” tanyanya. Masih dengan nada datar dan tatapan
yang terasa membakar rusukku hingga hampir hangus lalu patah. Demi Tuhan! Aku
sedang takut sekarang. Bagaimana jika dia orang jahat?
“Menyingkir! Menyingkir! Jangan dekati aku!” aku memeluk
lutut-lututku sambil meringkukkan badan.
“Hey, aku ini bukan orang jahat. Percayalah.”
“Aku tidak percaya! Aku tidak mau percaya! Siapa kau? Kenapa aku
disini?
“Aku-“
“Pergi!”
“Tapi ini-“
“Pergilah!!”
“Nona! Nona! Seharusnya aku yang tanya siapa dirimu!?”
Pertanyaan itu langsung membuatku tertegun. Apa maksudnya?
Jadi,....jadi dia juga tidak mengenalku? Perlahan kuangkat wajahku dari tempat
persembunyian –tepatnya di ceruk lututku- dan balas memandangnya.
“Kau tiba-tiba berada di jok belakang mobilku dengan keadaan mabuk.
Dan aku langsung membawamu kemari.” ucapnya. Nafasku kembali stabil begitu
mendengarnya. Jadi dia bukan orang jahat begitu? Jadi ini artinya aku masih
utuh? =o= Ya Tuhan...
Kucerna kata-katanya dalam kepala yang masih sedikit pening. Dan
sedetik kemudian aku mengingat sepotong peristiwa lagi yang tadi sempat
kulupakan.
Aku ingat ketika aku masuk kesebuah mobil jaguar yang terparkir di tepi
jalan raya!!
Seketika aku memukuli kepala sambil merutuki diri sendiri yang begitu
bodoh. ‘Mengapa aku melakukannya kemarin!!? Aduh...!’ Kugigit bibir bawahku
sebelum mengatakan yang sebenarnya. Kupandan namja itu. Dia masih setia
menunggu jawabanku.
“Aku... Aku.....” balasku lirih.
“Hm?”
“Aku minta maaf Tuan!!” aku menarik celana panjangnya sambil
menempelkan pipi disana.
“Ya ya!!! Jangan tarik celanaku!!”
“Aku mohon maafkan diriku! Aku yang salah!!”
“Iya jangan tarik tapi... aduh!”
“Pliss... maafkan aku...! Aku mabuk dan tidak sadar Tuan!” anehnya,
aku terus menarik celana namja itu.
Dia segera melepaskan kedua cengeramanku dengan paksa sampai-sampai
aku nyaris terjungkal kebelakang. Kemudian dia menatapku dengan pandangan yang
susah diartikan apa maknanya.
Kulihat dadanya mengembang lalu mengempis lagi. Sedang berusaha
menenangkan diri mungkin =o=
“Maaf...” bisikku.
“Aku Suho, putera direktur Kim dari Yamaha Building Comnt.” dia
mengulurkan tangan padaku.
Tuiiing~
Kedua mataku melebar seketika. Apa katanya? Dia putera dari seorang
direktur dari Yamaha? Apa aku tidak salah dengar? Apakah efek mimpi semalam
sampai-sampai aku berhalusinasi seperti ini?
Aku hanya memandanginya dengan mulut terbuka seperti orang bodoh.
Namja itu tertawa ringan. Mungkin dia tahu apa yang sedang ada dalam pikiranku
sekarang.
“Jangan menatapku seperti itu. Berdirilah Nona...”
Dan akhirnya aku tersadar. Kuterima uluran tangan namja bernama Suho
itu lalu merapihkan pakaianku yang kusut. “Aku, benar-benar minta maaf...
mianhae... mianhamnida....” kubungkukkan badanku yang terasa kaku.
Namun Suho segera menahan lenganku agar tidak membungkuk lagi. Aku
menjadi bingung dibuatnya. “Kau mau mendapatkan maaf dariku?” tanyanya lirih.
Aku mengangguk cepat “Akan kulakukan apapun untuk mendapatkan maafmu.”
celetukku.
Dia tersenyum dengan kedua belah bibirnya yang kemerahan. Oh tidak!
Mengapa namja ini begitu tampan? Mengapa dia terlihat seperti pangeran
dimataku?
“Apapun?” tanyanya lagi.
“Ne. Tentu!”
“Siapa namamu Nona?”
“Aku Nanyoung, Tuan Su.. Suho” entah mengapa lidahku terasa keram
ketika menyebutkan namanya. Dia tersenyum lagi lalu mengganggam kedua bahu
kecilku hingga jarak diantara kami terasa menipis. Aku berkedip beberapa kali
menyadari posisi yang membahayakan. Pertama kalinya aku merasa berada di jarak
seminim ini dengan laki-laki.
“Nona Nayoung. Berpura-puralah menjadi kekasihku.” ujarnya sambil
tersenyum manis.
“M,maksud Anda?” alisku berkerut.
“Jadilah kekasihku.” pintanya sekali lagi.
Terasa sepeti ribuah peluru es menancap di dadaku yang sedang membara
lalu bongkahan es itu mencair seketika. Ini bagaikan sebuah kejutan di pagi
hari yang sama-sekali tidak akan pernah kubayangkan sebelumnya. Seorang namja
tampan putera dari seorang direktur perusahaan besar dari Jepang telah melamarku
untuk menjadi kekasihnya. Apakah aku sedang dipermainkan? Apa aku sedang
dobohongi oleh seseorang yang hanya menyamar seolah-olah orang kaya yang telah
menolongku dan kemudian menculikku usai aku mensetujui perjanjian?
Tidak.
Tidak mungkin. Aku bisa melihat sebuah keseriusan disini. Dan aku
yakin dia memang orang kaya dari perusahaan Yamaha. Tapi? Tapi....? Masalah
pura pura menjadi kekasihnya. Bisa saja ini sebuah lelucon.
Aku mematung tanpa suara dan tanpa berkedip usai dia mengatakan
sebuah penawaran istimewa itu.
“Nayoung, aku rasa kita memang berbeda usia... Tetapi, aku mohon
pura-puralah menjadi kekasihku untuk sementara waktu. Aku telah melakukan
sebuah kesalahan karena dirimu.” dia mengguncang tubuh lemahku. Tetapi, aku
masih diam bagai tak bernyawa.
“Nayoung-ah... aku mohon. Para wartawan tidak sengaja memergokiku
ketika sedang bersamamu di basement dan mereka mengira kau kekasihku....”
Mendengar permohonannya yang seperti itu aku tidak tega juga
menolaknya. Lagi pula apa salahnya jika hanya berpura-pura.
Aha!!
Tiba-tiba sebuh lampu pijar muncul dari kepalaku. Ya! Aku juga akan
memanfaatkan sandiwara ini untuk masalahku. Akan kutunjukkan pada mantanku dan
yeoja nenek sihir itu bila aku juga punya namjachingu! Haha! Kenapa situasinya
sangat tepat sekali! Hahaha...!
‘Awas kau Jong In! Akan kutunjukkan jika aku juga memiliki namja lain
selain kau!’
Aku tersenyum lalu melirik muka melas Suho. Kemudian aku
mengangguk-angguk mensetujui ini semua. Ini akan menjadi kisah yang menarik.
To be continued....

0 comments:
Post a Comment