Thursday, November 28, 2013

Marriage With A Boss Chapter 1

Posted by Unknown at 8:47 PM

Marriage With A Boss
CHAPTER 1
Suho telah semalaman berada di kantor dan dia hanya mampu duduk lalu menguap tanpa bisa tidur. Selain karena tidak adanya kasur empuk dan selimut, namja itu terganggu akan ocehan di gadis muda yang kini terlentang di sofa ruangannya.
Mengoceh?
Bukankah dia sedang tidur?
Haha! Memang.
Gadis itu mengigau dan terus mengucapkan kata-kata pendek yang kurang jelas. Berkali-kali Suho menggebrak meja dan meneriaki gadis itu agar diam dan berhenti ngelindur. Dia hampir gila memikirkan ini semua. ‘Gadis itu merepotkan sekali!’ batinnya.
Suho melempar pandangannya yang mulai sayu kesebuah jam dinding besar warna abu-abu yang terpajang di dinding ruang kerjanya. Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi dan dia belum tidur satu menitpun. =o=
Namja itu berdiri dan mendekati si yejoja. Suho berkacak pinggang sambil memandangi muka gadis tersebut.
“Bangun tukang tidur” ucapnya lirih.
Si gaidis malah menggeliat dan mengulur pinggangnya lalu menggaruk-garuk tepian bibirnya yang disana ternodai oleh bekas soju. Suho semakin jijik dengan gadis tersebut. ‘Apa kata dunia? Aku telah mengakui gadis jorok ini sebagai kekasih? =o=’ pikirnya.
“Bangun yeoja pemabuk!” akhirnya namja itu menampar bokong yeoja itu.
“Aduh... dasar sialan!” balasnya sambil kembali menggeliat. Sepertinya dia masih mabuk.
“Apa kau bilang aku sialan?” tanya Suho sambil memincingkan alisnya.
“Ya, yeoja sialan!” kemudian si gadis tertawa-tawa sendiri dalam posisi kedua matanya yang masih terpejam rapat.
Kerutan yang tadinya mengihai dahi namja itu perlahan mengendur dan kembali menampilkan dahi ratanya yang berwarna putih bersih. Dia sadar, ternyata gadis itu tidak sedang mengatainya sialan atau apa itu. Melainkan yang dimaksudkannya adalah seorang yeoja, seperti apa yang dia katakan tadi.
“Yeoja?...” gumam Suho.
“Ne! Iya kau! Apakah hanya bisa merebut huh? Yeoja sialan!” kini sumpah serapah terdengar menggema di ruangan kerja ini.
Otak encer namja itu kembali berputar. ‘Yeoja, sialan, merebut...’ batinnya sembari terus berfkir. Bisa jadi gadis ini sedang sakit hati atau putus cinta, dan memutuskan untuk mabuk. Ya, itu kemungkinan utamanya.
Suho berusaha untuk menahan emosinya lagi. Mungkin sebaiknya dia tidak mengganggu dan membiarkan gadis itu sampai pulih dan terbangun. Sesebal apapun dengan seseorang, Suho merupakan namja yang pernah mengalami sekolah untuk kepribadian dan etika yang baik. Jadi, baginya... akan lebih baik jika dia tidak mengganggu gadis itu.
Marriage With A Boss
Nayoung Point-Of-View
“Whoaaam!” mulutku terbuka lebar sambil menarik tangan keatas tinggi-tiggi seolah benar-benar ingin mematahkan tulang punggungku yang terasa remuk karena terlalu lama diam dalam posisi melengkung. Aku tersadar dari mimpi buruk semalam. Mimpi yang mengisahkan tentang diriku yang sedang keoyokan dengan seorang yeoja perebut kekasihku. Ya! Aku masih ingat jelas bayang-bayang menyeramkan semalam dimana aku membawa obor sambil mengomelinya hingga mulutku mengeluarkan busa.
Kutarik lenganku kekiri hingga tubuhku condong. Begitu juga dengan kedua kakiku yang merenggang hingga panjang. Tetapi ups! Kenapa ini?
‘Brug!’
Bayang-bayang si nenek sihir bergigi ompong itu pecah seketika. Bersamaan dengan jatuhnya diriku disebuah permukaan datar yang dingin dan... yah, ini wangi. Hey, aku kenal wangi ini! Wangi obat pel yang sama seperti apa yang Eommaku dulu sering gunakan. Apakah mimpi itu telah membuatku berteleportasi hingga kembali ke kampung halaman di Jin An? Oh tidak mungkin! Lalu apa ini?
Dengan teramat perlahan kutengakkan tulang leherku yang terasa begitu sulit menyangga kepala. Dan baru kusadari bila kepalaku masih pusing. Namun,
O’o...
Ketika aku membuka mata aku langsung tercengang dengan sebuah pemandangan asing yang aku tidak tahu dimana. Yak? Apa ini?
Mataku menyimpit begitu mendapati sebuah benda berkilau yang mungkin berbahan kulit badak berwarna hitam. Saking berkilaunya benda itu aku bisa melihat wajah menyedihkanku disana –yang demi apapun itu sangat menyedihkan.
Kufokuskan indera penglihatanku. Dan baru kusadari bila kedua benda kembar itu memiliki tali dengan warna senada!
Ini,
Ini sebuah....
Ini sebuah sepatu =o=
Kedua mataku bergerak semakin keatas mendapati sepasang kaki pendek yang terbalut celana setelah jas yang orang itu kenakan. Dan akhirnya kedua bola mataku berhenti usai mendapati wajah seseorang. Wajah dengan kulit putih dan bentuk alis yang sempurna dan tatanan rambut berkilau seolah baru saja tersiram minyak goreng =o= Kedua mata tajamnya menatapku seolah-olah aku ini daging presto yang siap untuk ditelan bulat-bulat.
Dia,
Seorang namja!
Mataku membulat seketika. Aku langsung bangun dari posisi terbaring di lantai dan duduk bersandar disebuah sofa warna merah –yang baru saja kutiduri. Aku mendadak salah tingkah dan gugup. Kuingat-ingat apa yang telah kulalui kemarin ketika masih sadarkan diri. Ya! Aku ingat! Aku mabuk! Gawat!
Kuraba pakaianku yang ternyata masih lengkap untuk memastikan sesuatu tidak terjadi pada diriku ini.
“Sudah bangun ya? Tidur nyenyak?” tanyanya dengan nada datar yang membuat bulu kudukku meremang.
Pandanganku tersebar kesekitar lalu kembali ke namja tak kukenal itu. “Siapa kau? Kenapa aku disini?”
“Kenapa kau disini?” tanyanya. Masih dengan nada datar dan tatapan yang terasa membakar rusukku hingga hampir hangus lalu patah. Demi Tuhan! Aku sedang takut sekarang. Bagaimana jika dia orang jahat?
“Menyingkir! Menyingkir! Jangan dekati aku!” aku memeluk lutut-lututku sambil meringkukkan badan.
“Hey, aku ini bukan orang jahat. Percayalah.”
“Aku tidak percaya! Aku tidak mau percaya! Siapa kau? Kenapa aku disini?
“Aku-“
“Pergi!”
“Tapi ini-“
“Pergilah!!”
“Nona! Nona! Seharusnya aku yang tanya siapa dirimu!?”
Pertanyaan itu langsung membuatku tertegun. Apa maksudnya? Jadi,....jadi dia juga tidak mengenalku? Perlahan kuangkat wajahku dari tempat persembunyian –tepatnya di ceruk lututku- dan balas memandangnya.
“Kau tiba-tiba berada di jok belakang mobilku dengan keadaan mabuk. Dan aku langsung membawamu kemari.” ucapnya. Nafasku kembali stabil begitu mendengarnya. Jadi dia bukan orang jahat begitu? Jadi ini artinya aku masih utuh? =o= Ya Tuhan...
Kucerna kata-katanya dalam kepala yang masih sedikit pening. Dan sedetik kemudian aku mengingat sepotong peristiwa lagi yang tadi sempat kulupakan.
Aku ingat ketika aku masuk kesebuah mobil jaguar yang terparkir di tepi jalan raya!!
Seketika aku memukuli kepala sambil merutuki diri sendiri yang begitu bodoh. ‘Mengapa aku melakukannya kemarin!!? Aduh...!’ Kugigit bibir bawahku sebelum mengatakan yang sebenarnya. Kupandan namja itu. Dia masih setia menunggu jawabanku.
“Aku... Aku.....” balasku lirih.
“Hm?”
“Aku minta maaf Tuan!!” aku menarik celana panjangnya sambil menempelkan pipi disana.
“Ya ya!!! Jangan tarik celanaku!!”
“Aku mohon maafkan diriku! Aku yang salah!!”
“Iya jangan tarik tapi... aduh!”
“Pliss... maafkan aku...! Aku mabuk dan tidak sadar Tuan!” anehnya, aku terus menarik celana namja itu.
Dia segera melepaskan kedua cengeramanku dengan paksa sampai-sampai aku nyaris terjungkal kebelakang. Kemudian dia menatapku dengan pandangan yang susah diartikan apa maknanya.
Kulihat dadanya mengembang lalu mengempis lagi. Sedang berusaha menenangkan diri mungkin =o=
“Maaf...” bisikku.
“Aku Suho, putera direktur Kim dari Yamaha Building Comnt.” dia mengulurkan tangan padaku.
Tuiiing~
Kedua mataku melebar seketika. Apa katanya? Dia putera dari seorang direktur dari Yamaha? Apa aku tidak salah dengar? Apakah efek mimpi semalam sampai-sampai aku berhalusinasi seperti ini?
Aku hanya memandanginya dengan mulut terbuka seperti orang bodoh. Namja itu tertawa ringan. Mungkin dia tahu apa yang sedang ada dalam pikiranku sekarang.
“Jangan menatapku seperti itu. Berdirilah Nona...”
Dan akhirnya aku tersadar. Kuterima uluran tangan namja bernama Suho itu lalu merapihkan pakaianku yang kusut. “Aku, benar-benar minta maaf... mianhae... mianhamnida....” kubungkukkan badanku yang terasa kaku.
Namun Suho segera menahan lenganku agar tidak membungkuk lagi. Aku menjadi bingung dibuatnya. “Kau mau mendapatkan maaf dariku?” tanyanya lirih. Aku mengangguk cepat “Akan kulakukan apapun untuk mendapatkan maafmu.” celetukku.
Dia tersenyum dengan kedua belah bibirnya yang kemerahan. Oh tidak! Mengapa namja ini begitu tampan? Mengapa dia terlihat seperti pangeran dimataku?
“Apapun?” tanyanya lagi.
“Ne. Tentu!”
“Siapa namamu Nona?”
“Aku Nanyoung, Tuan Su.. Suho” entah mengapa lidahku terasa keram ketika menyebutkan namanya. Dia tersenyum lagi lalu mengganggam kedua bahu kecilku hingga jarak diantara kami terasa menipis. Aku berkedip beberapa kali menyadari posisi yang membahayakan. Pertama kalinya aku merasa berada di jarak seminim ini dengan laki-laki.
“Nona Nayoung. Berpura-puralah menjadi kekasihku.” ujarnya sambil tersenyum manis.
“M,maksud Anda?” alisku berkerut.
“Jadilah kekasihku.” pintanya sekali lagi.
Terasa sepeti ribuah peluru es menancap di dadaku yang sedang membara lalu bongkahan es itu mencair seketika. Ini bagaikan sebuah kejutan di pagi hari yang sama-sekali tidak akan pernah kubayangkan sebelumnya. Seorang namja tampan putera dari seorang direktur perusahaan besar dari Jepang telah melamarku untuk menjadi kekasihnya. Apakah aku sedang dipermainkan? Apa aku sedang dobohongi oleh seseorang yang hanya menyamar seolah-olah orang kaya yang telah menolongku dan kemudian menculikku usai aku mensetujui perjanjian?
Tidak.
Tidak mungkin. Aku bisa melihat sebuah keseriusan disini. Dan aku yakin dia memang orang kaya dari perusahaan Yamaha. Tapi? Tapi....? Masalah pura pura menjadi kekasihnya. Bisa saja ini sebuah lelucon.
Aku mematung tanpa suara dan tanpa berkedip usai dia mengatakan sebuah penawaran istimewa itu.
“Nayoung, aku rasa kita memang berbeda usia... Tetapi, aku mohon pura-puralah menjadi kekasihku untuk sementara waktu. Aku telah melakukan sebuah kesalahan karena dirimu.” dia mengguncang tubuh lemahku. Tetapi, aku masih diam bagai tak bernyawa.
“Nayoung-ah... aku mohon. Para wartawan tidak sengaja memergokiku ketika sedang bersamamu di basement dan mereka mengira kau kekasihku....”
Mendengar permohonannya yang seperti itu aku tidak tega juga menolaknya. Lagi pula apa salahnya jika hanya berpura-pura.
Aha!!
Tiba-tiba sebuh lampu pijar muncul dari kepalaku. Ya! Aku juga akan memanfaatkan sandiwara ini untuk masalahku. Akan kutunjukkan pada mantanku dan yeoja nenek sihir itu bila aku juga punya namjachingu! Haha! Kenapa situasinya sangat tepat sekali! Hahaha...!
‘Awas kau Jong In! Akan kutunjukkan jika aku juga memiliki namja lain selain kau!’
Aku tersenyum lalu melirik muka melas Suho. Kemudian aku mengangguk-angguk mensetujui ini semua. Ini akan menjadi kisah yang menarik.

To be continued....

0 comments:

Post a Comment

 

Fanwindow Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei