Judul : Marriage With A Boss
Author : Jihan Kusuma
Cast : Kim Jung Myong as Suho, Kwan So Byun, and the
others
Genre : Romance,and a lil bit comedy xD –maybe
Rate :PG-14
DECLIMER : Nothing ^-^ just enjoy this and no free
copast!
〖Marriage With A Boss〗
〖Marriage With A Boss〗
PROLOGUE
Seorang namja tampak sedang berbicara serius melalui sebuah jaringan
ponsel elektrik yang tersangkut di daun telinganya. Dia terus berbicara sendiri
sambil berjalan dengan langkah cepat. Sebuah dokumen penting terlihat ditangan
kanannya yang terayun-ayun karena memang begitulah cara berjalannya. Namja yang
tidak terlalu tinggi itu kemudian mengangguk-angguk sambil mengucapkan sesuatu
kepada seseorang diseberang telepon. Dan akhirnya pembicaraan yang tidak
singkat tersebut usai juga.
Sebut saja Suho. Putera tunggal seorang pemilik sebuah perusahaan
elektronik yang merupakan salah satu terbesar di Korea Selatan. Diusianya yang
sudah menginjak duapuluh tahun itu dia memang harus sudah bisa diserahi sebuah
tanggung jawab besar dari sang Appa untuk turut menjalankan perusahaan
sebagaimana seharusnya.
Hari sudah begitu larut dan kini Suho harus segera cepat kembali ke
perusahaan untuk mengantarkan sebuah dokumen penting yang telah kusebutkan
tadi. Perusahaan akhir-akhir ini sedang dilanda sebuah masalah, dan itu
membuatnya tidak bisa pulang lebih awal.
Namja tersebut berlari kecil menuju parkiran sembari menyelipkan
tangan kiri ke saku jas hitam yang dia kenakan. Suho mengambil sebuah kontak
dengan dompet kulit warna cokelat yang dilengkapi remote pembuka kunci
otomatis. Terdengar sebuah sirine pendek begitu dia menekan salah satu tombol.
Sirine yang berasal dari salah satu mobil yang terparkir disamping trotoar.
Dan dari arah yang lain yang tidak mampu dijangkau pernglihatan Suho.
Seorang gadis seusia SMA tengah berjalan sempoyongan ditepi jalan sambil
memegangi kepalanya yang berat. Gadis itu mabuk karena baru saja meminum
beberapa gelas soju dari bar terdekat. Gadis yang tampak berantakan dengan
jaket bulu warna cokelat muda dan celana jeans panjang. Rambut cokelatnya yang
merupakah hasil pewarnaan itu tergerai dengan poni tak tertata. Yeoja tersebut
tampak mengucapkan sumpah serapah sambil tertawa-tawa seperti orang tidak
waras. Dia melangkah sendirian dengan sisa-sisa kesadaran yang dia punyai.
Betapa gilanya gadis tak dikenal itu. Dia menyandarkan diri di mobil jaguar
milik Suho sambil terbatuk-batuk disana. Lalu tanpa gadis itu sadari –karena
dia memang sudah mabuk berat sekali- dia masuk ke jok belakang lalu menutup
pintu lagi dan berbaring didalam seat panjang.
Sedangkan Suho? Haha. Dia tidak tahu.
Suho membuka pintu lalu masuk dan duduk di kursi kemudi. Tak lama
kemudian mobil melaju dengan kecepatan sedang menyapu jalan Seoul yang masih
cukup ramai untuk pukul 10 malam. Seoul, seperti yang kalian ketahui merupakan
salah satu kota penderita insomnia yang akan terus menyala sepanjang malam.
Mobil jaguar tersebut melaju diantara jalanan Seoul yang cukup padat
kendaraan. Namja itu belum sadar juga bila ada seorang yeoja yang terbaring di
jok belakang, jadi dia sama sekali tak mengerti.
Dan pada akhirnya mobil tiba juga di sebuah bangunan besar. Bangunan
dimana namja itu bekerja. Suho mengambil dokumen yang tadi sudah dia cabut dai
kantor pusat dan mencabut kontak mobil. Tetapi kemudian sesuatu terdengar dari
jok bagian belakang.
Bodoh.
Gadis muda tadi terbatuk dan hal itu tentu saja membuat Suho tersadar
bila ada orang lain selain dirinya dimobil tersebut.
“Ya Tuhan!” pekiknya terjaget begitu melihat sesosok gadis dengan
penampilan berantakan yang terkapar tidak sadarkan diri dibelakangnya.
Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan satu persatu di kepalanya.
Siapa dia?
Mengapa bisa muncul didalam mobilku?
Aku bahkan sama sekali tidak mengenalnya.
Suho turun dari mobil dan membuka jok belakang. Matanya melebar
seraya mengamati gadis tersebut dari ujung kepala hingga ujung kaki-kakinya
yang terbalut sepatu kulit warna cokelat usang.
Suho begitu tercengang dan kaget. Tiba-tiba beberapa gerombolan orang
dengan seragam hitam dan kamera mahal yang tersampir dileher mereka datang
menuju kediaman Suho yang masih melongo dengan mata melebar. Dan parahnya lagi,
para wartawan itu melihat yeoja yang mabuk tadi.
“Hei, putera Dirktur Kim
memiliki seorang kekasih!” seru salah satu dari mereka sambil menunjuk isi jok
belakang mobil. Suho tergagap dan tidak tahu harus berbicara apa.
“Tidak, dia bukan pacarku!” balas Suho sambil melambaikan tangan dan
berusaha menutup pintu kembali. Tetapi. Betapa sialnya namja itu. Para wartawan
malah menahan pintu mobil dan mengambil beberapa gambar gadis itu untuk
diabadikan.
Jantung Suho berpacu lebih cepat dari biasanya. Dia menjambak
rambut-rambutnya sendiri dan mulai panik. ‘Apa yang harus kulakukan sekarang?
Aku bahkan tidak mengenal gadis itu!’ dan pada akhirnya sebuah keputusan yang
luamayan gila muncul di otaknya yang cemerlang.
“Minggir... minggir semua!” teriak Suho sambil mendorong-dorong para
wartawan untuk menyingkir. Suho mulai membopong tubuh berat gadis tak dikenal
tersebut dan membawanya menyingkir dari basement.
“Jadi benar bila gadis itu pacar Anda Tuan Kim?” tanya salah seorang
dari mereka yang memakai kacamata kotak kebesaran.
Suho menahan nafasnya sejenak lalu meraup udara sebanyak mungkin. Ini
sebuah keputusan konyol. Wartawan sudah terlanjut melihat ini. Kalau Suho
menjawab ‘Tidak” mungkin urusan akan semakin panjang. Mereka akan mengira bila
putera tunggal Tuan Kim, ayahnya, sudah melakukan sesuatu dengan seorang gadis
yang tidak diketahui siapa. Dan bila hal itu terjadi, Suho tidak mampu
membayangkan seberapa hancurnya reputasi keluarga dan perusahaan. Ingat. Suho
adalah namja yang berasa dari keluarga dan lingkungan konglomerat yang
terpandang.
Well,
Apa yang harus dia lakukan sekarang? Ini sama saja seperti memilih
salah satu antara truth atau dare yang sama-sama akan memerosokkanmu kejurang
yang berbeda. Tidak ada pilihan lain.
Suho berbalik dan tersenyum kearah para wartawan.
“Dia... kekasihku.” senyumnya sambil kembali melangkah cepat menuju
lift. Dia berharap tidak banyak orang yang mengetahuinya sedang menggendong
gadis muda yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan.
“Wah jadi benar.. Iya! Ternyata.... Kalau begitu...”
Bla bla bla... ocehan para wartawan masih terdengar walau dalam
radius sepuluh meter sejak kepergian Suho. Jantung Suho berdegup lebih cepat
dari tadi. Dia menarik napas sepanjang mungkin usai mengucapkan sebuah kalimat
dusta yang mungkin sebentar lagi akan tersebar diseluruh perusahaan, dan bisa
jadi akan tercantum di koran harian Seoul.
‘Ah Tuhan. Aku mohon selamatkan nasibku...’ bisiknya dalam hati
sambil memandang wajah gadis yang terbaring diatas kedua lengannya dengan nafas
yang berbau soju. ‘Semoga saja dia bisa kukelabuhi untuk pura-pura menjadi
kekasihku dalam sementara waktu’
To be continued...
〖Marriage With A Boss〗

0 comments:
Post a Comment