tips menjadi k-popers yang ‘berguna’
Dear my lovely blog,
Dear, my readers….
Jihan datang membawa tips
yang mungkin bisa berarti dan patut untuk dijabarkan dalam kehidupan kita.
Pernahkah kalian mengalami
yang namanya putus asa dalam menjadi fangirl or fanboy? Tunggu, baik aku
jelaskan. Putus asa dengan contoh seperti ini, kita menyukai seorang idol
sampai menggilainya. Setiap pagi dan malam selalu mention ke tweet idol itu
(dan itu rutin setiap hari) kita berharap agar mendapat balasan atau follback
darinya. Juga dalam contoh lain seperti kita telah mengoleksi seluruh album
mereka dan dinding kamar kita penuh oleh poster-poster mereka, tetapi orang tua
sangat menentang apa yang kita lakukan tersebut. Mungkin memang itu benar
terjadinya, nilaimu menjadi menurun, rela tidak jajan demi mengumpulkan uang
untuk menonton konser, semalaman yang hanya dikerjakan adalah mengarang
fanfiction, atau apalah sebagainya.
Pernah terjadi bukan? Lalu
apa yang terjadi pada hidupmu? Benarkah menjadi jungkir balik (kehidupan itu)
ke hal yang lebih negative?
»§»
Berikut ini adalah tips menjadi seorang fangirl/fanboy yang
berguna :
Apabila kita menyukai sesuatu, bukankah
kita akan mati-matian untuk mengenal lebih dalam dan menggali informasi tentang
idola tersebut? Iya bukan? Kita sampai hafal berapa nomor sepatu, tinggi, berat
badan, tanggal lahir, dan warna favoritnya. Bahkan hanya dengan mendengarkan
sebuah lagu dari sebuah boyband/girlband kita mudah sekali mengenali mana suara
bias kita. Benar begitu? Nah, lalu bagaimana dengan pengetahuan lain yang kita
dapatkan? Yang pasti kita menjadi lebih tahu tentang bagaimana Korea. Tidak
segan-segan kita mencari melalui Google apa saja masakan khas Korea, ibu kota,
pakaian khas, bahkan… sampai kita mempelajari tulisan Hangeul. Iya atau iya?!
Ini adalah salah satu titik positif bagi para K-POPers. Jadi tanpa kita sadari
kita telah mempelajari budaya mereka secara tidak langsung.
Pernahkah kalian membaca fanfiction?
Pernah pastinya! Apa yang kalian lakukan ketika membaca ff tersebut? Yap!
Kalian akan berfantasi tentang apa yang tertulis disana. Biasanya seorang
K-POPers lebih sering membaca ff disbanding cerpen. Bukankah begitu? Baik,
sekarang kita bermain jujur saja. Jihan akan mengungklap rahasia K-POPers
disini^^. Dengan membaca ff pikiran kita melayang kemana-mana sesuka hati. Kita
bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda antar tokoh melalui POV. Lalu
seusai membaca beberapa fanfiction pernahkah kalian berfikiran untuk mengarang
fanfiction itu sendiri (tentu saja dengan versi kalian). Oke, bagi yang merasa
tidak pandai mengarang mungkin bisa sedikit-sedikit belajar. Namun, ini juga
salah satu keuntungan kamu memasuki K-POP. Kita bisa bereskpresi bebas secara
kreatif –asal tidak menjiplak. Fine! Mari kita buat dunia kita sendiri!
Pernah mendengar kalimat “Yay, padahal
muka mereka itu oplast semua!”. Apa yang hati kecilmu rasakan? Sakit? Iya!
Pedih? Iya! Ingin balas dendam? Ya! Lalu tanpa pikir panjang kamu akan membalas
perkataannya dengan kata-kata pedas smapai kita merasa puas. Kemudia pasti dia
juga akan membalas lagi dengan kalimat-kalimat maut yang membuat hatimu semakin
berapi-api dan ingin menangis. Oke, dimana letak positifnya? Disini! Kita bisa
menyampaikan pendapat kita secara terang-terangan. Kita akan membela idol
tersebut dengan apa-apa hal baik yang kita ketahui. Disini kita belajar
ber-blak-blakan dalam menentang sesuatu. Tentu saja akan melatih mental kita.
(Jihan akan membahal hal ini lebih lanjut di post selanjutnya).
Apa yang terjadi bila hati kita
terlanjur sepenuhnya untuk sang bias dan rasanya seluruh keindahan dunia lain
tidak dapat menggantikannya? Itu bisa saja disebut tidak normal alias
‘ABNORMAL’. Dengan menyukai seorang idol rasanya hati kita sudah ‘mati rasa’
untuk naksir kepada yang lainnya. Mengerti maksudku? Oke, bagi yang pernah
merasakan pasti bisa menyadari. Begini, suatu contoh… seorang cowok menyukai
dan menembak kita. Lalu kamu langsung menolaknya tanpa berfikir dua kali karena
yang ada difikiranmu hanya ada nama sang bias. Kamu berfikir bila jomblo lebih
asyik bagi K-POPers karena bisa free ber-fangirl or fanboy to our idol. Kali
ini bahasannya adalah ‘Menjadi remaja yang dewasa’.
Oke,
tidak usah berbelit-belit lagi… akan Jihan jelaskan.
Pernah
melihat seorang gadis seusia kita (12 sampai 17 tahunan) yang berpacaran
samapai ‘kelewat batas’? Pergi malam-malam? Nongkrong tidak jelas? Merokok?
Pernah berciuman? Bahkan sampai hamil di luar nikah?! Tidak, bukan maksudku
memakai bahasa yang begitu frontal –karena usiaku juga masih 13 tahun.
Nah,
apalah arti itu semua? Pada akhirnya kita akan terjerumus kedalam ‘pahitnya
dunia’. Itu semua terjadi karena terjadi ‘ketertarikan di usia dini yang
melewati batas kenormalan’.
Sisi
baiknya adalah seorang K-POPers memiliki hati yang lebih ‘terbentengi’. Seperti
yang sudah Jihan tuliskan diatas (kita tidak mudah naksir kepada orang lain).
Jadi, kita lebih bisa memandang mana yang patut dan tidak untuk diri sendiri.
Jadi
tidak selamanya K-POPers dipandang ‘abnormal’.
»§»
Baiklah Chingu-ya
tersayang… sudah 10 menit Jihan membawa pikiran kalian melayang-layang dan
mem-flashback segala sesuatu yang bahkan tanpa sadar kita rasakan.
Untuk kata-kata yang keliru atau terlalu Jihan
sangat mohon maaf.
Sekali lagi, mari kita bersikap menjadi K-POPers
yang semestinya dan tetap berada di jalan yang benar.. (?)
Terimakasih, kamsahamnida, dan arigatou… #kabur
bareng Luhan (lagi)
»§»

1 comments:
:c:
Post a Comment