DARK EYES

Author : Jihan Kusuma
Genre : Family and
Horor
Cast : EXO members and
YOU as Hwang Mina
Leght : Prolog, 3
Chapters, and Epilog
Desclimer : Its just a
fiction and I think it will be hurt. Becarefull with your eyes….
Thanx
PROLOGUE
EXO’s Dorm, at 23.55 PM, NIGHT
Sehun berusaha memjamkan matanya rapat-rapat. Sesungguhnya dia sangat
tidak nyaman dengan ini semua. Sesuatu dibawah sana rasanya ingin keluar dan
entah sudah berapa jam dia menahan hal itu. Sehun meringkuk diatas ranjang
sembari merapatkan selimut tebal keatas badannya. Kedua pahanya menghimpit
dengan kaku dan gemetar.
“Agh…. ayo…tahan..tahanlah…” bisiknya pada diri sendiri dengan keringat
dingin yg telah mengucur deras.
‘Aku bisa tahan itu!..Aku bisa… Aku Sehun yang kuat… ayolah…!’ tuturnya
kepada diri sendiri.
Tapi tunggu, mengapa udara semakin dingin?
Sehun menengok kebelakang. Mulutnya langsung menganga mendapati apa yang
dia lihat.
‘Hei, sejak kapan jendela itu terbuka?’
Sehun termanggu memandangi kain gordain putih yang melambai-lambai
disapu desiran angin. Sesekali kedua daun jendela menimbulkan suara menyebalkan
karena menabrak dinding sekitarnya.
Jantung namja berkulit seputih salju itu semakin berdetak dengan tidak
normal, bahkan sekarang rasanya seluruh urat-urat nadi dalam dirinya
berkontraksi hebat melawan ketakutan ini.
Sehun melirik Suho yang tertidur pulas dengan mulut terbuka. Namja muda
itu bergidik sambil menggaruk tengkuknya yang merinding. ‘Aish, kenapa orang
ini bisa tidur… padahal situasi sedang seperti ini?’ pikir Sehun sambil memeluk
selimut.
“Hyung… Suho hyung… Suho hyung…” bisik Sehun sambil mengguncang paha
Suho yang hanya terbalut kolor motif kotak-kotak yang biasa dikenakannya ketika
tidur.
Suho tetap tidur dan Sehun semakin sebal pada hyungnya ini.
“Suho hyung… aish… jongmal ireonna…” kata namja putih tersebut dengan
nada lebih keras dari sebelumnya.
“Neo! Micheosso…” Suho melayangkan tangannya keudara. Oke, sekarang dia
malah mengigau.
“Aish….!” Sehun mengacak rambutnya yang semula sudah berantakan. Dia kembali
tersadar pada sesuatu yang sedari tadi dia tahan itu.
‘Akh… ayolah kawan… jangan! Aku tidak mau!.... Aish…’ kedua tangan namja
itu menekan selangkangannya yang sudah menggembung karena menahan kencing. Tapi
demi apapun rasanya malah tambah sakit dan menyiksa.
Sehun tidak mau dimarahi hyungnya karena dia kencing dicelana dan
membasahi ranjang, tapi dia lebih tidak mau lagi kalau harus ke toilet
sendirian.
Toilet di dorm sementara milik EXO ini masih setengah jadi. Entah karena
Soo Man yang terlalu pelit atau member EXO yang harus cepat berpindah dari dorm
aslinya yang juga dalam perbaikan, maka mereka harus pindah ke sebuah gedung
pertemuan lama disekitar Bussan yang gagal dalam pembangunan ini. Pemiliknya
dengan suka rela menyerahkan gadung ini pada pihak SM dengan biaya tidak mahal
perbulannya. Yah, padahal EXO hanya akan menginap mungkin sekitar dua minggu.
Bulu kuduk namja ini meremang sampai dirasakannya jantungnya membeku
kehilangan fungsi. Yap, menahan kencing adalah hal sepele yang membunuh.
“Aish! Pabbo! Aku sudah tak tahan…” gumamnya sambil meloncat menuruni
ranjang. Sehun bergegas membuka laci dan mengeluarkan sebuah senter karena
lampu kamar mandi yang memang tidak berfungsi. Kini dia merutuki Kai yang
menunda-nunda mengganti lampu kamar mandi dengan lampu lain yang bisa menyala.
Denyut jantung Sehun begitu keras sampai-sampai dia bisa mendengar degup
jantungnya sendiri. ‘Ah…. aku berani. Aku berani. Tidak ada apa-apa disini…
tidak ada siapapun selain aku… aku bisa! Aku bisa!’ batin namja itu penuh
perjuangan.
Perlahan kakinya melangkah keluar kamar. ‘Kriiet…’ Sialnya mengapa pintu
kamar ini menimbulkan suara yang begitu horror. Dan ini membuat tekad Sehun
goyah padahal dia baru beberapa meter dari ranjang.
Sehun menolehkan kepala kebelakang untuk melihat Suho yang terakhir kali
sebelum dia kencing, juga untuk memastikan keadaan didalam kamar baik-baik
saja.
‘Glek…’ ditelannya air liurnya sendiri dan dia keluar dari kamar lalu
menutup pintunya lagi.
‘Tep…tep…’ Sehun melangkah dengan teramat perlahan padahal sesuatu
dibawah sana sudah meronta-ronta dan perih.
Dia menyalakan senter dan mengarahkan ke ruang TV yang gelap –karena
lampu dipadamkan dimalam hari. Diarahkan cahaya senter itu kesekitar ruangan
sampai ditemukannya sebuah pintu di salah satu sisi ruangan. Pintu kayu dengan
plitur cokelat motif kulit kayu yang rapuh dan berdebu. Memang sejak EXO
datang, mereka belum sempat membersihkan rumah ini.
Dihembuskan nafasnya panjang-panjang lalu menghampiri pintu itu.
Dengan jari gemetar dan kuku menguning Sehun meraih gagang pintu dan
dengan hati-hati memutar gagang pintu tersebut.
‘Kriet…kriett…’ bunyi pintu tua tersebut.
Dan tampaklah sebuah lorong kecil dengan empat pintu di sisi kanan dan
kiri. Diujung lorong juga ada sebuah pintu lain dengan cat putih. Bahkan sampai
sekarang Sehun belum mengetahui benda macam apa yang ada dibalik pintu putih
itu. Langkah Sehun gemetar. Digigit kuku-kuku jarinya hingga menimbulkan suara
ketukan antar gigi. keringat membasahi kaus bagian punggungnya –padahal udara
sedang sangat dingin.
‘Tuha… Tuhan.. lindungi aku…tidak ada apa apa disini… aku bisa…’
batinnya tanpa mengeluarkan suara sendikitpun kecuali langkahnya.
Sehun memencet saklar dan lampu jingga dengan watt rendah di lorong itu
menyala. Beberapa cicak yang menempel dilangit-langit langsung berlarian
menimbulkan suara ekor-ekor mereka.
Sehun meneguk ludahnya dengan susah payah sembari melirik ke atas.
‘Ayolah..itu hanya cicak, aku tidak takut cicak.. aku tidak takut cicak…’ bisik
Sehun pada dirinya sendiri. Dengat teramat perlahan Sehun menggerakkan kaki.
Dia membuka salah satu dari keempat pintu tadi dan tampaklah ruangan
gelap dengan luas dua kali dua meter. Didalamnya ada sebuah closet duduk warna
putih yang kumuh dan berkarat.
Memang tidak bau, tetapi mungkin akan
lolos jika diikutsertakan dalam
audisi pemilihan toilet untuk film horror. Yap, kurang lebih seburuk itulah.
Sehun memutuskan untuk tidak menutup pintu karena seperti yang sudah
disebutkan diatas tadi, lampu toilet tak berfungsi.
Dengan segera dia menurunkan kolor celana pendeknya dan dalamannya.
Kemudian menduduki closet.
‘Turrr…’ bunyi air seninya yang meluncur deras terdengar menggema karena
memang ruangan itu kosong. “Ahhh…”
kepala Sehun mendongak keatas menikmati sesuatu yang keluar itu. Tentu saja,
karena dia telah menahan kencing lama sekali.
Seusai terpenuhi urusan si kecilnya, namja putih itu segera menaikkan
kolor tanpa membasuh dulu –tidak ada air apalagi tisu.
Tapi tunggu,
Tiba-tiba lampu lorong bergoyang-goyang sehingga cahaya yang menerangi
ruangan itu juga ikut goyah. Sehun kaget. Bau-bau basah seperti muntah yang
bercampur dengan darah busuk tercium. Lalu helaian-helaian benang hitam panjang
yang lebat tampak muncul dari langit-langit. Helaian-helaian itu mengenai bahu
dan kepala Sehun, bahkan ruangan toilet itu hampir dipenuhi oleh benda aneh
tersebut.
Jantung namja ini berpacu tak karu-karuan.
Dia meraba helaian-helaian tersebut lalu mengamatinya. Sedikit kusut dan
ini tampak tak asing. “Rambut…?” gumamnya.
Sehun mendongak ke atas memeriksa langit-langit.
“Thehun.. Thehun tidak macam-macam…. jangan thakiti Thehun… Thehun
menyethal…!” jerit Sehun setelah ditemukannya sesosok wanita dengan wajah rusak
penuh nanah. Lidah Sehun terasa tertekuk dan kaku sampai-sampai sulit berbicara
dengan normal. Bibir wanita itu buntung dan tetesan darah dari wajah gadis itu
mengenai rambut Sehun. Dan hal yang paling Sehun tak pernah kira adalah wanita
itu tidak memiliki mata. Tampak kedua lobang di tulang matanya yang dipenuhi
darah serta nanah.
Kedua kaki Sehun membatu seolah tertempel lem super tanpa bisa
dilepaskan. Pintu toilet tertutup dengan sendirinya. Sehun menunduk dan
memejamkan mata disamping closet.
“Thehun minta maaf!! Theun minta maaf… Thehun… AAaaa…..!”
Teriak namja muda itu ketika dua buah tangan merambat meraba kedua sisi
kepalanya dan mencolok kedua bola mata Sehun sampai hancurlah mata-mata yang
ada didalamnya.
Darah merembes turun menetes bagai air mata yang amat deras dari mata
Sehun.
PROLOGUE END
Adakah respon untuk ffku ini?
Apakah bagus? Apakah sudah merinding? Ah, aku bikinnya ragu banget karena
takut kurang horror atau apalah. Tapi jujur aku aja merinding ngetiknya XD.
Minta review dong,
Gomawo^^]/

3 comments:
Annyeong!! As my promise, mae chingu.. Oke, Mae itu entah bahasa mana.. Bahasa Matoki kali.. #BABY kumat! Pokoknya artinya "My"
Yaah, keren, tap kok terlalu pendek ya? Tauk lah.. ini kan masih prolog.. Dan, iih.. Ini bukan serem hantu, tapi serem ngenes..
And, untuk suara-suara, mendingan di italic aja.. Nggak papa kok.. Enakan gitu..
Terus untuk "‘Kriet…kriett…’ bunyi pintu tua tersebut.", mendngan nggak usah bunyi pintu tua segala.. Pilih salah satu, bunyinya atau deskripsinya.. abis rasanya simpang siur..
Udah kali ya? ini gimana ngirim komennya? Ah! I know!
Michiiiii~ ! (Gil*) ini beneran aku merinding gaje gitu loh kak,(?)O_o aku sampe guling-guling tempat tidur, dan orang2 disekitarku menatapku dengan tatapan '(-_- )' "Malangnya nasib anak ini ....-_- '-')
#Abaikan,!!\('-' )
Entah kenapa, ini FF "Pertama kali, yang membuat aku merinding+keringet dingin kayak gini !!:o" #lebayy-_- tapii, serius deh kak, ini baru Prologue-nya aja udh keren kayak begini, gimana entar ceritanya ...,?;;) *Waahh ..., *Can't Wait*
Dan kenapa kakak gak coba nulis Novel aja kak,?:) Bagus loohh ..,(y) (*dan jika kakak bikin Novel beneran, aku 'Sangat Mendukung' ..(Y) B-))
gak ada Typoo sama sekali,!>.< (Sepertinya ..^^)
Btww,, aku suka kak, Gomapsumnidaa~ !!^^ ..
@Khr_12 | IG *tandapengenal,(?)* #halaahhabaikann,!!-_- x_x
*Panjanglebarr* .. :') ._.
Post a Comment