Tuesday, August 13, 2013

Fanfiction DARK EYES [Chap 1]

Posted by Unknown at 10:41 PM


DARK EYES
Author : Jihan Kusuma
Genre : Family and Horor
Cast : EXO members and YOU as Hwang Mina
Leght : Prolog, Chapters, and Epilog

Desclimer : Its just a fiction and I think it will be hurt. Becarefull with your eyes….
Thanx
CHAP 1
Pagi harinya di dorm baru EXO
Dentingan sumpit terdengar saling bersahutan. Para member EXO sedang manyantap sarapan pagi mereka sambil sesekali mengobrol dan bersenda gurau.
D.O yang berperan sebagai ibu di EXO masih mengiris-iris wortel juga buncis untuk supnya. Dia memang sengaja sarapan lebih dulu agar memiliki waktu luang lebih demi memasak.
“Hm, aku rasa ikanmu ini terlalu asin.” ucap Chanyeol sembari mengunyah makanan hingga mulutnya penuh.
“Asin? Masih saja kau makan. Dasar kau ini.” balas D.O  tenang.
“Coba sini.” Suho mengambil sepotong ikan salmon yang ada di piring Chanyeol. Kemudian si leader bertubuh pendek itu memasukkan ke mulutnya. Lidahnya mengecap-ngecap dengan tatapan datar seolah benar-benar mendeteksi bagaimana rasa ikan tersebut.
“Tidak juga, aku suka yang begini… tidak terlalu asin juga sih.” tambah Suho kembali meneruskan acara makannya.
“Yasudah ambil saja ikannya, aku tidak suka makanan yang terlalu asin.”
‘Cleb’ Chanyeol menusuk ikan itu dengan garpu lalu memindahkannya ke piring Suho. Dengan riang, namja berwajah malaikat tadi menyantap makanan buatan si ibu EXO.
D.O hanya mampu menggeleng-geleng sambil tersenyum.
“Ohya, dimana Sehun?” tanya Tao. Semua member langsung celilingan dan saling memandang.
Chen menunjuk para member satu-persatu dengan telunjuknya dan mulai menghitung. “Hanya ada sebelas orang disini, Sehun… kemana bocah itu?”
“Suho, tidak biasanya temanmu terlambat untuk sarapan. Bukankah biasanya dia yang akan paling dulu menempati kursi makan?” tanya Baekhyun.
Suasana yang tadinya ramai langsung menjadi sepi dan tak menyenangkan. Seluruh pasang mata tertuju pada Suho. Bahkan bunyi detak jam dinding terdengar mendominasi saat ini.
Tiba-tiba terdengar suara shower yang menyala dan siraman air berkali-kali dari arah lorong kamar mandi. “Ah, itu dia…sedang mandi.” dengan entengnya Suho menjawab. Atmosfir di ruang makan kembali cair dan semuanya kembali meneruskan makan.
‘Krieet…’ pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah sesosok namja berpawakan tinggi dengan kulit seputih salju. Namja itu membawa handuk dan menggosokkan ke rambutnya yang basah. Mungkin dia baru saja mencuci rambut.
“Sehun-ah, cepat makan sarapannya… tidak biasanya kau begini.” ujar Lay penuh perhatian.
Tampak raut beku dan pucat di wajah sang maknae. Seolah muka itu dipahat dari batu dan bukannya kulit serta daging. Bibirnya kering nyaris memutih saking pucatnya. Kalaupun dia kedinginan tidak mungkin akan separah ini, ini benar-benar berbeda.
“Aku akan makan.” balas Sehun datar yang kemudian melangkah masuk ke kamar. ‘Brak’ pintu ditutup begitu saja olehnya.
Alis beberapa member berkerut dan sisanya membuka mulut dengan heran. “Apa yang terjadi pada Sehun?” tanya Luhan.
“Apakah dia sakit?” tambah Xiumin.
“Entahlah, tapi kemarin dia masih baik-baik saja… aku juga tidak tahu.” Suho hanya mampu mengendikkan bahu sambil menggeleng kecil.
“Sebaiknya kau ajak biacara dia, bisa saja Sehun terkena demam atau flu.. dia pucat seperti tembok.” celetuk Kai tak berperasaan.
“Ne, sebaiknya memang begitu… kita bisa langsung bawa dia ke dokter.” usul Kris tenang.
“Um, baiklah… coba kutanyai dia. Aish… sebenarnya kenapa anak itu…” ucap Suho lirih sembari bangkit dari kursi makan. Suho menyusul Sehun masuk ke kamar mereka. Sedangkan memberlainnya, makan lagi…
“Sehun-ah?...” panggil Suho sambil menutup pintu dengan pelan. Dia melangkah menghampiri sang maknae yang duduk didepan meja rias. Sehun duduk di kursi dan memandang kosong lurus ke cermin tepat mengarah ke kedua bola matanya. Sehun tampak tak bergerak sedikitpun sampai-sampai terlihat tidak bernafas.
Suho berdiri di belakang Sehun dan ikut memperhartikan cermin. “Apa yang sedang kau lakukan Sehun?” tanya Suho lagi.
Sehun tak bergeming dan terus menatap cermin tanpa berkedip. Melihat tingkah dongsaengnya yang tidak biasa ini Suho menghela nafas lalu berlutut didepan Sehun. Suho menggenggam kedua tangan Sehun dan tersenyum.
“Apakah kau sakit hah?” dengan penuh perhatian namja yang lebih tua itu meraba leher Sehun. Dingin dan lembab cuma itu. “Tidak demam…” jawab Suho sendiri. Tangannya menuju dahi Sehun dan merabanya lagi. Sama, dingin dan pucat bagai tidak ada oksigen yang mengalir didalamnya.
“Hyung,” panggil Sehun sehingga perbuatan sok peduli tadi terhenti.
“Ne?” tanya Suho dengan senyum. Mendengar suara Sehun yang normal sudah membuatnya senang.
“Kenapa kita disini?” tanya Sehun datar tanpa intonasi yang menandakan dia sedang tidak marah atau senang.
Mendengar pertanyaan itu Suho lantas terkikik kecil. “Hei, apa maksudmu? tentu saja kita disini… sampai dua minggu kedepan.” balalasnya.
“Kenapa kita disini?” ulang Sehun, kali ini jelas terdengar dingin dan seperti ada emosi yang mulai tumbuh. Nada suara Sehun seolah membekukan udara di kamar ini. Suho dan anak itu berpandangan beberapa saat. Suho kebingungan mencerna pertanyaan Sehun antara ‘Kenapa dia bertanya begitu?’ dan ‘Bagaimana aku harus menjawabnya, bukankah dia sudah tahu.’.
“Apa maksudmu Sehun?” Suho berkedip dengan berat.
Entah karena apa Sehun malah tersenyum. Tersenyum seolah Suho baru saja melontarkan jawaban paling memuaskan padahal Suho balas bertanya. Tentu saja rasa penasaran Suho semakin naik level.
“Ayo kita makan.” cetus Sehun.

Siang ini ada jadwal bagi EXO M untuk menghadiri sebuah acara di salah satu stasiun TV. Tentu saja ini artinya hanya EXO K yang berjaga di dorm.
“Hei, kami berangkat ne. Kalian jaga diri di dorm… kata manager mungkin nanti malam kami akan pulang. Kau, Kyung Soo, buatkan masakan yang enak.” Kris menggeling kearas D.O sambil menyampirkan jaket kulit hitamnya ke lengan.
“Dasar hanya bisa memerintah. Baiklah, karena aku terlalu murah hati, maka akan kubuatkan sesuatu yang special.” D.O tersenyum simpul.
“Hahaha, ide bagus!” tambah Kris.
Sebuah Land Cuser warna hitam mengkilap seolah baru saja disiram oleh minyak terparkir didepan gerbang dorm. Dibelakangnya menyusul sebuah Alphard hitam dengan kondisi serupa.
“Tin..!Tin!” klakson terdengar berbunyi dari salah satu mobil disana. Luhan menengok arlojinya. “Benar, ayo berangkat guys. Sehun, jaga dirimu…” kemudian namja kecil itu mengacak rambut dongsaeng yang lebih tinggi darinya itu.
Sehun tersenyum tipis dan hal itu sudah membuat Luhan lega. Itu adalah senyum pertama dari Sehun yang Luhan liat dihari ini.
“Hati-hati hyung, semoga sukses…!” beberapa member EXO K memberi semangat sembari mengepalkan tangan mereka. Kemudian para anggota EXO M keluar dari dorm ini.
“Oh ya, aku harus membeli beberapa bahan untuk makan malam special. Kai, bisakah kau mengantarku?” tanya D.O. Kai mengangguk dan tersenyum manis. “Tentu saja. Ayo! Hyung… kami pergi dulu ne. Tidak akan lama kok.” ujar Kai kepada Suho, Chanyeol, Baekhyun, dan Sehun yang masih setia menapakkan kaki dihalaman gedung ini.
“Ne, hati-hati. Aku juga harus menyirami kebun dibelakang.” Baekhyun melangkah masuk ke dalam gedung dorm tanpa memedulikan member lain. Akhir-akhir ini Baekhyun menanam beberapa pot bunga matahari dan mawar. Entah mengapa dia begitu, tidak ada yang tahu.
Kai dan D.O mulai menaiki motor dan melaju pergi.
“Sehun, sebaiknya kau disini saja. Bagaimana jika kita main kartu? Kau mau?” tanya Chanyeol sambil menaikkan alisnya.
Sehun tersenyum kecil. “Ani, aku mau menonton televisi saja. Main kartu sendiri sana.” balas anak itu datar dan langsung kembali masuk ke dorm.
Chanyeol menatap Suho dengan pandangan yang seolah menyatakan ‘Ada apa dengan anak ini?’ sedangkan namja yang berpawakan lebih pendek tersebut hanya mampu mengangkat bahu.
“Sudahlah, aku mau mandi lagi. Aku baru saja membeli sabun busa baru dan  mungkin akan spa hari ini.” Suho menampakkan cengiran seorang malaikat. “Ah dasar orang kaya!” sahut Chanyeol.
“Dada… aku mau mandi dengan bebek bebek karet… mungkin Chen tidak akan keberatan bila aku meminjam anak-anak itu sebentar saja..” dengan penuh pesona Suho melangkah masuk.
Chanyeol berkacak pinggang dan berfikir keras,
“Lalu, apa yang harus kulakukan?”
Tiba-tiba dia melihat seorang gadis dengan dress putih motif bunga-bunga berlari ke salah satu sisi halaman gedung dorm yang luas. Halaman dorm ini memang dipenuhi oleh rumput-rumput liar sebatas mata kaki yang telah menguning bahkan mulai berwarna cokelat. Lantas gedung ini telah lama ditinggalkan.
“Hei, siapa itu? Tidak pernah melihatnya?...” gumam Chanyeol sembari menyimpitkan mata guna memastikan apa yang dia lihat benar nyata.
Gadis itu berjalan dengan gembira diiringi tawa khas anak-anaknya.
Tanpa Chanyeol sadari, kakinya melangkah semakin jauh dari dorm dan mengikuti sumber suara tawa tersebut.
Baekhyun side :
“Lihat kebunku penuh dengan mawar… ada yang jingga dan ada yang hitam…” dengan riangnya Baekhyun menyanyikan lagu yang entah siapa yang mengarang dan berasal dari mana. Ditangannya menggenggam  selang biru yang tengah menyala.
Disiram bunga-bunga tanamannya sendiri serta rumput dikebun belakang. Sesekali dia menggerakkan pinggul atau menari seperti perempuan. Langit yang tidak terlalu cerah seperti biasanya semakin membuatnya betah bersua dengan bunga-bunganya.
Dia mulai melangkah menuju sisi lain dan mengarahkan ujung selang kesegala arah.
Sampai akhirnya ditemukan sebuah sumur tua yang berada di dasar tanah tanpa penghalang. ‘Untung saja aku memperhatikan jalan, mungkin kalau tidak pasti aku sudah masuk terperosok kedalam sana.’
“A..!” teriaknya di mulut sumur. Seketika suara indahnya itu menggema hebat bahkan semakin keras terdengar menabarak dinding dinding sumur yang curam. Dengan iseng dia mengarahkan selang air ke dalam sumur.
Suho side :
“Nanana, mumumu…tralala.. dridam…drridam…..” senandung santai Suho tengah mengiringi prosesi yang biasa dia lakukan dua minggu sekali. Yap! Berendam. Apalagi ditemani dengan sekumpulan mainan karet atau tembakan air. Katanya ini bisa meningkatkan daya ingat karena kita bisa mengenang masa-masa kanak-kanan, tidak masuk akal memang tapi baginya ini normal dilakukan.
Suho meraih-raih sesuatu yang tergeletak dimeja yang tidak jauh dari bak mandi tempatna berdiam. Dia mengambil sebotol shampoo lalu menuangkan keatas telapak tangannya.
“Tra la lala… hm..hm..hm…” diacak rambutnya yang telah basah itu sambil terus bersenandung.
“Ah, pedas… auh…” tanpa sengaja sabun itu mengenai matanya. Suho mengucek dan menampung sedikit air sabun dari bak keatas tangan. Dia memcucui matanya. Ah, bahkan sekarang malah semakin pedas. Dengan sisa sisa kesadaran Suho bangkit dengan tubuh telanjang turun dari bak mandi. Tangannya meraba-raba angin seolah mencari-cari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk penunjuk jalan. kaki-kakinya terus melangkah melawan sabun yang masih menempel sehingga menimbulkan sensasi licin.
“Ah, mana ini…” gumamnya sambil memejamkan mata mencari-cari keran air terdekat.
Sampai akhirnya namja itu menemukan wastafel. Segera dicuci mukanya yang berlumuran shampoo itu. Akhirnya dia bisa melihat dengan jelas. “Hum, untung saja…” dia tersenyum pada cermin.
Tiba-tiba timbul bau-bau aneh. Jauh dari wangi. Mungkin seperti makanan basi, ah tidak lebih buruk lagi. Bau seperti campuran muntah dan darah yg menyengat. Suho menutup hidung. “Yaks bau apa ini?” pikirnya.
Suho menunduk memeriksa bagian bawah wastafel alih-alih dia bisa menemukan sumber dari aroma ini. Merasa apa yang dia cari tidak ditemukan Suho mengendus-endus udara disekitarnya. “Tidak ada juga…” dahinya berkerut.
“Ah entahlah, sebaiknya aku mandi lagi.. hm, na..na..na…”
Chanyeol side :
Dia terus mengikuti kemana gadis kecil tak dikenal itu melangkah. Sampai akhirnya Chanyeol berhenti di sebuah ladang luas yang dipenuhi ilalang. Yeoja itu, dia berlarian  diantara ilalang yang melambai mengikuti desiran angin.
Kaki Chanyeol melangkah semakin dekat dan mendekat lagi. Dan lagi-lagi gadis tak dikenal tersebut berlari menjauh seolah terus mengajak Chanyeol mengikuti kemanapun perginya.
Sampai mereka sampai di sebuah ayunan tua.
Chanyeol kini berada lima meter dibelakang gadis itu, dan tanpa Chanyeol duga dia berhenti. Gadis yang sedari tadi dia buntuti tanpa alasan itu berbalik dan menatap Chanyeol dengan pandanagn tanpa arti atau bisa kita sebut pandangan kosong.
Entah mengapa seruluh darah Chanyeol mengalir kekepalanya dan jantung mulai berdetak lebih cepat dari tempo biasa. Gadis itu melangkah mendekati Chanyeol.
Satu langkah
Dua langkah
Dan nyaris saja mereka semakin dekat Chanyeol langsung mundur. Mata hitam anak itu menyorot tepat ke pupil Chanyeol. Chanyeol memandangnya lekat-lekat, rasanya dia bisa berenang renang dalam pandangan anak itu. Semakin dalam dan dia mulai tenggelam. Tapi tidak, Chanyeol berkedip sebelum semuanya berlangsung, ini hipnotis! Ini tipu daya!
“Kenapa kau masih disini?” bisik gadis itu terdengar tidak jelas tapi cukup Chanyeol mengerti dengan memperhatikan gerak bibirnya. Bola matanya berputar keatas dan semakin berputar hingga kini mata itu berwarna putih total. Darah segar nan pekat meluncuri pipi si gadis seakan-akan darah itu adalah air matanya.
Tubuh Chanyeol tersentak kebalakang dan dia tersungkur. “Siapa? Siapa kamu?! Yak… ini tidak benar!”
Sialnya gadis itu melangkah lebih dekat ke Chanyeol sembari mengulurkan tangan –masih dengan darah mengucur tanpa henti hingga membasahi dress yang dia kenakan. Sontak kedua tangan kekar Chanyeol menuntunnya untuk mundur, dia merangkak kebelakang terus seiring jarak mereka yang semakin mendekat.
“Kenapa kau masih disini?! Kenapa?....” dan perlahan wajah putih pucat si gadis menjadi retak. Rusak. Dan bau.
Mata putih tadi tenggelam di lobang tulang matanya, dia tidak bermata. Kosong. Bibir merah ranum tadi kian mengering sampai mengeluarkan nanah dan itu sungguh beraroma tidak sedap. tangannya yang terulur menjadi serupa dan beberapa belatung tumbuh diatasnya.
Mulut Chanyeol seakan terkatup rapat bagai kerang. Dia tidak bisa meloloskan kata-kata. Kalimat itu tercekat menyangkut di tenggorokannya. Jadi bibir namja itu bergetar dan rahangnya terasa amat berat. Dia mulai bangkit dari posisi semula dan mengambil langkah panjang. Chanyeol berlari.
Dan gadis itu mengejarnya.
“Kau takkan bisa kabur dariku, tidak!!!!” suara serak terdengar menggema keseluruh padang ilalang. Chanyeol berlari tunggang langgang. Gadis itu merangkak begitu cepat dengan kuku-kuku dan kakinya yang melepuh.
Sampai akhirnya kaki kanan Chanyeol berhasil digegam oleh setan itu.
“Tidak!..Tidak!!!...” Chanyeol mencakar tanah dan berusaha meloloskan diri. Terciptalah jejak kuku-kuku jarinya di tanah yang kering. Gadis itu menarik terus kaki Chanyeol. ‘Demi apapun, setan ini sangat kuat…!’
Ujung-ujung jari Chanyeol berdarah-darah dan dia masih senantiasa mencengkeram permukaan tanah. Perih terasa disana, bisa-bisa jari panjang itu habis bila terus begini.
Chanyeol menendang wajah nista setan tersebut dan itu cukup membantu melepaskan cengkeraman kuatnya.
“Aghhh…” Chanyeol kembali bangkit dan berlari meski terpincang-pincang karena kuku panjang setan tadi yang menusuk kakinya.
“Hosh…hoshh…” nafas namja itu patah-patah tapi dia terus melangkah meloloskan diri.
Tapi tidak lagi sampai setan sialan itu kembali meraih kaki kanan Chanyeol dan menancapkan kuku-kukunya dalam-dalam. “AAGHHH……!” seru Chanyeol keras.
Dengan kekuatan yang amat besar setan tadi menggenggam batang kaki mangsanya dan mematahkan tulang kering Chanyeol. ‘Klekk….’ bunyi tulang Chanyeol yang patah.
“AGHHHHHH….!!! AAHHH….”
Sakit, sangat sakit. Darah membasahi celana panjang Chanyeol sedangkan jari-jarinya yang sudah berdarah semakin mencengkeram tanah.
‘Aku tidak boleh mati. Tidak sekarang….’
Chanyeol kembali menendang dengan kaki yang satunya kali ini lebih keras dan sukses mengenai kepalanya. “Akh…!” seru setan itu. Kaki namja itu berhasil terlepaskan dan Chanyeol merangkak dengan seluruh kekuatannya. Semakin cepat, dan terus kian cepat. Deru jantung yang sama sekali tidak mendukung semakin cepat.
Chanyeol merangkak sampai di tepi ladang ilalang dan menemukan sebatan besi lancip. Tanpa banyak pikir dia mengambil besi itu dan menancapkan ke perut si setan.
‘Cleb…’ darah mengucur deras. Namun tidak! Oh tidak! Dengan ringannya setan tadi mencabut kembali benda sialan itu. Sentan tersebut menggenggam batang besi tadi dan mengarahkan mata besi tombak ke mata Chanyeol.
Dan dihujamkannya mata tombak tadi.
Baekhyun side :
“Hm, sepertinya sumur ini kosong… tidak, tidak, bisa saja ada airnya… tapi mungkin butuh tali yang panjang untuk menemukan air didalam sana.” gumam Baekhyun pada diri sendiri.
Tiba-tiba seseorang mendorong Baekhyun.
“A…!” teriak Baekhyun yang telah masuk kedalam sumur. Tangannya terus menggenggam selang air dan sampai pada akhirnya selang air itu berguna sebagai satu-satunya harapannya untuk kembali naik.
“Uh..uh….”
‘Siapa yang mendorongku?’ Baekhyun mendongak ke atas untuk memastikan bila pasti ada seseorang diatas sana. Tapi ini bukan waktu yang tepat. Dia harus segera keluar sekarang.
Baekhyun kembali memanjat selang tersebut sambil melangkah kecil didinding sumur. Oh, sial! Selang itu lincin karena terlumuri air dan sesekali membuat Baekhyun terperosot lagi.
“Uh, ah… huh….” salah satu tangan Baekhyun berhasil terulur mencengkeram permukaan tanah yang sejajar dengam mulut sumur. Tenaganya telah habis terkuras.
Dia menggulung selang tadi mengitari lengan kiri dengan bahu kanannya, berusaha memperkecil tenaga yang dikeluarkan untuk naik. Namun, seseorang menjatuhkan batu besar keatas jemari Baekhyun. Sontak dia berteriak dan terlepaskan cengkeraman tadi.
Baekhyun kembali jatuh dan tanpa dia sadari, selang tadi melilit lehernya. Dia tercekik. Nafasnya tersumbat. Matanya yang simpit melotot kuat hingga otot matanya nyaris putus.
“Ahk…k…ahkk…” Baekhyun berusaha melepaskan lilitan itu tapi tentu saja tidak semudah itu untuk terlepas.
Kakinya bergerak-gerak dan terus bergerak seiring semakin habis oksigen yang tersisa di tubuh Baekhyun.
Tenggorokannya perih dan kekeringan. Sarafnya kaku dan dia kejang dengan keadaan memprihatinkan. Pandangan Baekhyun memburam. Tapi dia bisa melihat seseorang melongok kedalam sumur dan tersenyum pada Baekhyun.
Sungguh, namja itu tidak mengira.
Dan sampai pada akhirnya dia kehabisan nafas. Riwayat Baekhyun berahkir bergelantung didalam sumur tua dengan amat mengenaskan.
To be continued….
Hahaha… terasakah horrornya? Ayo tarik nafas dulu…. tarik dalem-dalem baru ketik comentnya.
Review please!!^^]/

3 comments:

Unknown on August 20, 2013 at 7:47 AM said...

Menakutkan. Tapi ga ada yg matikan jihan??

Unknown on September 3, 2013 at 12:37 AM said...

Ah, channie sudah coid -_-t
Masih ada Luhan, dyo, kai, dan chen :D

Anonymous said...

Kenapa Harus Baekhyuunnn,?!?! (۳˚Д˚)۳ *Guling2ditempattidur* #gemeszszasdfghjkl. /PelukBaekhyun./ Btw,, aku suka kak, .. Gomapsumnidaa~ ,,!!^^ ..

Post a Comment

 

Fanwindow Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei