DARK EYES
Author : Jihan Kusuma
Genre : Family and
Horor
Cast : EXO members and
YOU as Hwang Mina
Leght : Prolog, Chapters,
and Epilog
Desclimer : Its just a
fiction and I think it will be hurt. Becarefull with your eyes….
Thanx
CHAP 1
Pagi harinya di dorm baru EXO
Dentingan sumpit terdengar saling bersahutan. Para
member EXO sedang manyantap sarapan pagi mereka sambil sesekali mengobrol dan
bersenda gurau.
D.O yang berperan sebagai ibu di EXO masih
mengiris-iris wortel juga buncis untuk supnya. Dia memang sengaja sarapan lebih
dulu agar memiliki waktu luang lebih demi memasak.
“Hm, aku rasa ikanmu ini terlalu asin.” ucap
Chanyeol sembari mengunyah makanan hingga mulutnya penuh.
“Asin? Masih saja kau makan. Dasar kau ini.”
balas D.O tenang.
“Coba sini.” Suho mengambil sepotong ikan salmon
yang ada di piring Chanyeol. Kemudian si leader bertubuh pendek itu memasukkan
ke mulutnya. Lidahnya mengecap-ngecap dengan tatapan datar seolah benar-benar
mendeteksi bagaimana rasa ikan tersebut.
“Tidak juga, aku suka yang begini… tidak terlalu
asin juga sih.” tambah Suho kembali meneruskan acara makannya.
“Yasudah ambil saja ikannya, aku tidak suka
makanan yang terlalu asin.”
‘Cleb’ Chanyeol menusuk ikan itu dengan garpu
lalu memindahkannya ke piring Suho. Dengan riang, namja berwajah malaikat tadi
menyantap makanan buatan si ibu EXO.
D.O hanya mampu menggeleng-geleng sambil
tersenyum.
“Ohya, dimana Sehun?” tanya Tao. Semua member
langsung celilingan dan saling memandang.
Chen menunjuk para member satu-persatu dengan
telunjuknya dan mulai menghitung. “Hanya ada sebelas orang disini, Sehun…
kemana bocah itu?”
“Suho, tidak biasanya temanmu terlambat untuk
sarapan. Bukankah biasanya dia yang akan paling dulu menempati kursi makan?”
tanya Baekhyun.
Suasana yang tadinya ramai langsung menjadi sepi
dan tak menyenangkan. Seluruh pasang mata tertuju pada Suho. Bahkan bunyi detak
jam dinding terdengar mendominasi saat ini.
Tiba-tiba terdengar suara shower yang menyala
dan siraman air berkali-kali dari arah lorong kamar mandi. “Ah, itu dia…sedang
mandi.” dengan entengnya Suho menjawab. Atmosfir di ruang makan kembali cair
dan semuanya kembali meneruskan makan.
‘Krieet…’ pintu kamar mandi terbuka dan
keluarlah sesosok namja berpawakan tinggi dengan kulit seputih salju. Namja itu
membawa handuk dan menggosokkan ke rambutnya yang basah. Mungkin dia baru saja
mencuci rambut.
“Sehun-ah, cepat makan sarapannya… tidak
biasanya kau begini.” ujar Lay penuh perhatian.
Tampak raut beku dan pucat di wajah sang maknae.
Seolah muka itu dipahat dari batu dan bukannya kulit serta daging. Bibirnya
kering nyaris memutih saking pucatnya. Kalaupun dia kedinginan tidak mungkin
akan separah ini, ini benar-benar berbeda.
“Aku akan makan.” balas Sehun datar yang
kemudian melangkah masuk ke kamar. ‘Brak’ pintu ditutup begitu saja olehnya.
Alis beberapa member berkerut dan sisanya
membuka mulut dengan heran. “Apa yang terjadi pada Sehun?” tanya Luhan.
“Apakah dia sakit?” tambah Xiumin.
“Entahlah, tapi kemarin dia masih baik-baik
saja… aku juga tidak tahu.” Suho hanya mampu mengendikkan bahu sambil
menggeleng kecil.
“Sebaiknya kau ajak biacara dia, bisa saja Sehun
terkena demam atau flu.. dia pucat seperti tembok.” celetuk Kai tak
berperasaan.
“Ne, sebaiknya memang begitu… kita bisa langsung
bawa dia ke dokter.” usul Kris tenang.
“Um, baiklah… coba kutanyai dia. Aish…
sebenarnya kenapa anak itu…” ucap Suho lirih sembari bangkit dari kursi makan.
Suho menyusul Sehun masuk ke kamar mereka. Sedangkan memberlainnya, makan lagi…
“Sehun-ah?...” panggil Suho sambil menutup pintu
dengan pelan. Dia melangkah menghampiri sang maknae yang duduk didepan meja
rias. Sehun duduk di kursi dan memandang kosong lurus ke cermin tepat mengarah
ke kedua bola matanya. Sehun tampak tak bergerak sedikitpun sampai-sampai
terlihat tidak bernafas.
Suho berdiri di belakang Sehun dan ikut memperhartikan
cermin. “Apa yang sedang kau lakukan Sehun?” tanya Suho lagi.
Sehun tak bergeming dan terus menatap cermin
tanpa berkedip. Melihat tingkah dongsaengnya yang tidak biasa ini Suho menghela
nafas lalu berlutut didepan Sehun. Suho menggenggam kedua tangan Sehun dan
tersenyum.
“Apakah kau sakit hah?” dengan penuh perhatian
namja yang lebih tua itu meraba leher Sehun. Dingin dan lembab cuma itu. “Tidak
demam…” jawab Suho sendiri. Tangannya menuju dahi Sehun dan merabanya lagi.
Sama, dingin dan pucat bagai tidak ada oksigen yang mengalir didalamnya.
“Hyung,” panggil Sehun sehingga perbuatan sok
peduli tadi terhenti.
“Ne?” tanya Suho dengan senyum. Mendengar suara
Sehun yang normal sudah membuatnya senang.
“Kenapa kita disini?” tanya Sehun datar tanpa
intonasi yang menandakan dia sedang tidak marah atau senang.
Mendengar pertanyaan itu Suho lantas terkikik
kecil. “Hei, apa maksudmu? tentu saja kita disini… sampai dua minggu kedepan.”
balalasnya.
“Kenapa kita disini?” ulang Sehun, kali ini
jelas terdengar dingin dan seperti ada emosi yang mulai tumbuh. Nada suara
Sehun seolah membekukan udara di kamar ini. Suho dan anak itu berpandangan
beberapa saat. Suho kebingungan mencerna pertanyaan Sehun antara ‘Kenapa dia
bertanya begitu?’ dan ‘Bagaimana aku harus menjawabnya, bukankah dia sudah
tahu.’.
“Apa maksudmu Sehun?” Suho berkedip dengan
berat.
Entah karena apa Sehun malah tersenyum.
Tersenyum seolah Suho baru saja melontarkan jawaban paling memuaskan padahal
Suho balas bertanya. Tentu saja rasa penasaran Suho semakin naik level.
“Ayo kita makan.” cetus Sehun.
Siang ini ada jadwal bagi EXO M untuk menghadiri
sebuah acara di salah satu stasiun TV. Tentu saja ini artinya hanya EXO K yang
berjaga di dorm.
“Hei, kami berangkat ne. Kalian jaga diri di
dorm… kata manager mungkin nanti malam kami akan pulang. Kau, Kyung Soo,
buatkan masakan yang enak.” Kris menggeling kearas D.O sambil menyampirkan
jaket kulit hitamnya ke lengan.
“Dasar hanya bisa memerintah. Baiklah, karena
aku terlalu murah hati, maka akan kubuatkan sesuatu yang special.” D.O
tersenyum simpul.
“Hahaha, ide bagus!” tambah Kris.
Sebuah Land Cuser warna hitam mengkilap seolah
baru saja disiram oleh minyak terparkir didepan gerbang dorm. Dibelakangnya
menyusul sebuah Alphard hitam dengan kondisi serupa.
“Tin..!Tin!” klakson terdengar berbunyi dari
salah satu mobil disana. Luhan menengok arlojinya. “Benar, ayo berangkat guys.
Sehun, jaga dirimu…” kemudian namja kecil itu mengacak rambut dongsaeng yang
lebih tinggi darinya itu.
Sehun tersenyum tipis dan hal itu sudah membuat
Luhan lega. Itu adalah senyum pertama dari Sehun yang Luhan liat dihari ini.
“Hati-hati hyung, semoga sukses…!” beberapa
member EXO K memberi semangat sembari mengepalkan tangan mereka. Kemudian para
anggota EXO M keluar dari dorm ini.
“Oh ya, aku harus membeli beberapa bahan untuk
makan malam special. Kai, bisakah kau mengantarku?” tanya D.O. Kai mengangguk
dan tersenyum manis. “Tentu saja. Ayo! Hyung… kami pergi dulu ne. Tidak akan
lama kok.” ujar Kai kepada Suho, Chanyeol, Baekhyun, dan Sehun yang masih setia
menapakkan kaki dihalaman gedung ini.
“Ne, hati-hati. Aku juga harus menyirami kebun
dibelakang.” Baekhyun melangkah masuk ke dalam gedung dorm tanpa memedulikan
member lain. Akhir-akhir ini Baekhyun menanam beberapa pot bunga matahari dan
mawar. Entah mengapa dia begitu, tidak ada yang tahu.
Kai dan D.O mulai menaiki motor dan melaju
pergi.
“Sehun, sebaiknya kau disini saja. Bagaimana
jika kita main kartu? Kau mau?” tanya Chanyeol sambil menaikkan alisnya.
Sehun tersenyum kecil. “Ani, aku mau menonton
televisi saja. Main kartu sendiri sana.” balas anak itu datar dan langsung
kembali masuk ke dorm.
Chanyeol menatap Suho dengan pandangan yang
seolah menyatakan ‘Ada apa dengan anak ini?’ sedangkan namja yang berpawakan
lebih pendek tersebut hanya mampu mengangkat bahu.
“Sudahlah, aku mau mandi lagi. Aku baru saja
membeli sabun busa baru dan mungkin akan
spa hari ini.” Suho menampakkan cengiran seorang malaikat. “Ah dasar orang
kaya!” sahut Chanyeol.
“Dada… aku mau mandi dengan bebek bebek karet…
mungkin Chen tidak akan keberatan bila aku meminjam anak-anak itu sebentar
saja..” dengan penuh pesona Suho melangkah masuk.
Chanyeol berkacak pinggang dan berfikir keras,
“Lalu, apa yang harus kulakukan?”
Tiba-tiba dia melihat seorang gadis dengan dress
putih motif bunga-bunga berlari ke salah satu sisi halaman gedung dorm yang
luas. Halaman dorm ini memang dipenuhi oleh rumput-rumput liar sebatas mata
kaki yang telah menguning bahkan mulai berwarna cokelat. Lantas gedung ini
telah lama ditinggalkan.
“Hei, siapa itu? Tidak pernah melihatnya?...”
gumam Chanyeol sembari menyimpitkan mata guna memastikan apa yang dia lihat
benar nyata.
Gadis itu berjalan dengan gembira diiringi tawa
khas anak-anaknya.
Tanpa Chanyeol
sadari, kakinya melangkah semakin jauh dari dorm dan mengikuti sumber suara
tawa tersebut.
Baekhyun side :
“Lihat kebunku penuh dengan mawar… ada yang
jingga dan ada yang hitam…” dengan riangnya Baekhyun menyanyikan lagu yang
entah siapa yang mengarang dan berasal dari mana. Ditangannya menggenggam selang biru yang tengah menyala.
Disiram bunga-bunga tanamannya sendiri serta
rumput dikebun belakang. Sesekali dia menggerakkan pinggul atau menari seperti
perempuan. Langit yang tidak terlalu cerah seperti biasanya semakin membuatnya
betah bersua dengan bunga-bunganya.
Dia mulai melangkah menuju sisi lain dan
mengarahkan ujung selang kesegala arah.
Sampai akhirnya ditemukan sebuah sumur tua yang
berada di dasar tanah tanpa penghalang. ‘Untung saja aku memperhatikan jalan,
mungkin kalau tidak pasti aku sudah masuk terperosok kedalam sana.’
“A..!” teriaknya di
mulut sumur. Seketika suara indahnya itu menggema hebat bahkan semakin keras
terdengar menabarak dinding dinding sumur yang curam. Dengan iseng dia
mengarahkan selang air ke dalam sumur.
Suho side :
“Nanana, mumumu…tralala.. dridam…drridam…..”
senandung santai Suho tengah mengiringi prosesi yang biasa dia lakukan dua
minggu sekali. Yap! Berendam. Apalagi ditemani dengan sekumpulan mainan karet atau
tembakan air. Katanya ini bisa meningkatkan daya ingat karena kita bisa
mengenang masa-masa kanak-kanan, tidak masuk akal memang tapi baginya ini
normal dilakukan.
Suho meraih-raih sesuatu yang tergeletak dimeja
yang tidak jauh dari bak mandi tempatna berdiam. Dia mengambil sebotol shampoo
lalu menuangkan keatas telapak tangannya.
“Tra la lala… hm..hm..hm…” diacak rambutnya yang
telah basah itu sambil terus bersenandung.
“Ah, pedas… auh…” tanpa sengaja sabun itu
mengenai matanya. Suho mengucek dan menampung sedikit air sabun dari bak keatas
tangan. Dia memcucui matanya. Ah, bahkan sekarang malah semakin pedas. Dengan
sisa sisa kesadaran Suho bangkit dengan tubuh telanjang turun dari bak mandi.
Tangannya meraba-raba angin seolah mencari-cari sesuatu yang bisa dia gunakan
untuk penunjuk jalan. kaki-kakinya terus melangkah melawan sabun yang masih
menempel sehingga menimbulkan sensasi licin.
“Ah, mana ini…” gumamnya sambil memejamkan mata
mencari-cari keran air terdekat.
Sampai akhirnya namja itu menemukan wastafel.
Segera dicuci mukanya yang berlumuran shampoo itu. Akhirnya dia bisa melihat
dengan jelas. “Hum, untung saja…” dia tersenyum pada cermin.
Tiba-tiba timbul bau-bau aneh. Jauh dari wangi.
Mungkin seperti makanan basi, ah tidak lebih buruk lagi. Bau seperti campuran
muntah dan darah yg menyengat. Suho menutup hidung. “Yaks bau apa ini?”
pikirnya.
Suho menunduk memeriksa bagian bawah wastafel
alih-alih dia bisa menemukan sumber dari aroma ini. Merasa apa yang dia cari
tidak ditemukan Suho mengendus-endus udara disekitarnya. “Tidak ada juga…”
dahinya berkerut.
“Ah entahlah,
sebaiknya aku mandi lagi.. hm, na..na..na…”
Chanyeol side :
Dia terus mengikuti kemana gadis kecil tak
dikenal itu melangkah. Sampai akhirnya Chanyeol berhenti di sebuah ladang luas yang
dipenuhi ilalang. Yeoja itu, dia berlarian
diantara ilalang yang melambai mengikuti desiran angin.
Kaki Chanyeol melangkah semakin dekat dan
mendekat lagi. Dan lagi-lagi gadis tak dikenal tersebut berlari menjauh seolah
terus mengajak Chanyeol mengikuti kemanapun perginya.
Sampai mereka sampai di sebuah ayunan tua.
Chanyeol kini berada lima meter dibelakang gadis
itu, dan tanpa Chanyeol duga dia berhenti. Gadis yang sedari tadi dia buntuti
tanpa alasan itu berbalik dan menatap Chanyeol dengan pandanagn tanpa arti atau
bisa kita sebut pandangan kosong.
Entah mengapa seruluh darah Chanyeol mengalir
kekepalanya dan jantung mulai berdetak lebih cepat dari tempo biasa. Gadis itu
melangkah mendekati Chanyeol.
Satu langkah
Dua langkah
Dan nyaris saja mereka semakin dekat Chanyeol
langsung mundur. Mata hitam anak itu menyorot tepat ke pupil Chanyeol. Chanyeol
memandangnya lekat-lekat, rasanya dia bisa berenang renang dalam pandangan anak
itu. Semakin dalam dan dia mulai tenggelam. Tapi tidak, Chanyeol berkedip
sebelum semuanya berlangsung, ini hipnotis! Ini tipu daya!
“Kenapa kau masih disini?” bisik gadis itu
terdengar tidak jelas tapi cukup Chanyeol mengerti dengan memperhatikan gerak
bibirnya. Bola matanya berputar keatas dan semakin berputar hingga kini mata
itu berwarna putih total. Darah segar nan pekat meluncuri pipi si gadis
seakan-akan darah itu adalah air matanya.
Tubuh Chanyeol tersentak kebalakang dan dia
tersungkur. “Siapa? Siapa kamu?! Yak… ini tidak benar!”
Sialnya gadis itu melangkah lebih dekat ke
Chanyeol sembari mengulurkan tangan –masih dengan darah mengucur tanpa henti
hingga membasahi dress yang dia kenakan. Sontak kedua tangan kekar Chanyeol
menuntunnya untuk mundur, dia merangkak kebelakang terus seiring jarak mereka
yang semakin mendekat.
“Kenapa kau masih disini?! Kenapa?....” dan
perlahan wajah putih pucat si gadis menjadi retak. Rusak. Dan bau.
Mata putih tadi tenggelam di lobang tulang
matanya, dia tidak bermata. Kosong. Bibir merah ranum tadi kian mengering
sampai mengeluarkan nanah dan itu sungguh beraroma tidak sedap. tangannya yang
terulur menjadi serupa dan beberapa belatung tumbuh diatasnya.
Mulut Chanyeol seakan terkatup rapat bagai
kerang. Dia tidak bisa meloloskan kata-kata. Kalimat itu tercekat menyangkut di
tenggorokannya. Jadi bibir namja itu bergetar dan rahangnya terasa amat berat.
Dia mulai bangkit dari posisi semula dan mengambil langkah panjang. Chanyeol
berlari.
Dan gadis itu mengejarnya.
“Kau takkan bisa kabur dariku, tidak!!!!” suara
serak terdengar menggema keseluruh padang ilalang. Chanyeol berlari tunggang
langgang. Gadis itu merangkak begitu cepat dengan kuku-kuku dan kakinya yang
melepuh.
Sampai akhirnya kaki kanan Chanyeol berhasil
digegam oleh setan itu.
“Tidak!..Tidak!!!...” Chanyeol mencakar tanah
dan berusaha meloloskan diri. Terciptalah jejak kuku-kuku jarinya di tanah yang
kering. Gadis itu menarik terus kaki Chanyeol. ‘Demi apapun, setan ini sangat
kuat…!’
Ujung-ujung jari Chanyeol berdarah-darah dan dia
masih senantiasa mencengkeram permukaan tanah. Perih terasa disana, bisa-bisa
jari panjang itu habis bila terus begini.
Chanyeol menendang wajah nista setan tersebut
dan itu cukup membantu melepaskan cengkeraman kuatnya.
“Aghhh…” Chanyeol kembali bangkit dan berlari
meski terpincang-pincang karena kuku panjang setan tadi yang menusuk kakinya.
“Hosh…hoshh…” nafas namja itu patah-patah tapi
dia terus melangkah meloloskan diri.
Tapi tidak lagi sampai setan sialan itu kembali
meraih kaki kanan Chanyeol dan menancapkan kuku-kukunya dalam-dalam.
“AAGHHH……!” seru Chanyeol keras.
Dengan kekuatan yang amat besar setan tadi
menggenggam batang kaki mangsanya dan mematahkan tulang kering Chanyeol.
‘Klekk….’ bunyi tulang Chanyeol yang patah.
“AGHHHHHH….!!! AAHHH….”
Sakit, sangat sakit. Darah membasahi celana
panjang Chanyeol sedangkan jari-jarinya yang sudah berdarah semakin
mencengkeram tanah.
‘Aku tidak boleh mati. Tidak sekarang….’
Chanyeol kembali menendang dengan kaki yang
satunya kali ini lebih keras dan sukses mengenai kepalanya. “Akh…!” seru setan
itu. Kaki namja itu berhasil terlepaskan dan Chanyeol merangkak dengan seluruh
kekuatannya. Semakin cepat, dan terus kian cepat. Deru jantung yang sama sekali
tidak mendukung semakin cepat.
Chanyeol merangkak sampai di tepi ladang ilalang
dan menemukan sebatan besi lancip. Tanpa banyak pikir dia mengambil besi itu
dan menancapkan ke perut si setan.
‘Cleb…’ darah mengucur deras. Namun tidak! Oh
tidak! Dengan ringannya setan tadi mencabut kembali benda sialan itu. Sentan
tersebut menggenggam batang besi tadi dan mengarahkan mata besi tombak ke mata
Chanyeol.
Dan dihujamkannya
mata tombak tadi.
Baekhyun side :
“Hm, sepertinya sumur ini kosong… tidak, tidak,
bisa saja ada airnya… tapi mungkin butuh tali yang panjang untuk menemukan air
didalam sana.” gumam Baekhyun pada diri sendiri.
Tiba-tiba seseorang mendorong Baekhyun.
“A…!” teriak Baekhyun yang telah masuk kedalam
sumur. Tangannya terus menggenggam selang air dan sampai pada akhirnya selang
air itu berguna sebagai satu-satunya harapannya untuk kembali naik.
“Uh..uh….”
‘Siapa yang mendorongku?’ Baekhyun mendongak ke
atas untuk memastikan bila pasti ada seseorang diatas sana. Tapi ini bukan
waktu yang tepat. Dia harus segera keluar sekarang.
Baekhyun kembali memanjat selang tersebut sambil
melangkah kecil didinding sumur. Oh, sial! Selang itu lincin karena terlumuri
air dan sesekali membuat Baekhyun terperosot lagi.
“Uh, ah… huh….” salah satu tangan Baekhyun
berhasil terulur mencengkeram permukaan tanah yang sejajar dengam mulut sumur.
Tenaganya telah habis terkuras.
Dia menggulung selang tadi mengitari lengan kiri
dengan bahu kanannya, berusaha memperkecil tenaga yang dikeluarkan untuk naik.
Namun, seseorang menjatuhkan batu besar keatas jemari Baekhyun. Sontak dia
berteriak dan terlepaskan cengkeraman tadi.
Baekhyun kembali jatuh dan tanpa dia sadari,
selang tadi melilit lehernya. Dia tercekik. Nafasnya tersumbat. Matanya yang
simpit melotot kuat hingga otot matanya nyaris putus.
“Ahk…k…ahkk…” Baekhyun berusaha melepaskan
lilitan itu tapi tentu saja tidak semudah itu untuk terlepas.
Kakinya bergerak-gerak dan terus bergerak
seiring semakin habis oksigen yang tersisa di tubuh Baekhyun.
Tenggorokannya perih dan kekeringan. Sarafnya
kaku dan dia kejang dengan keadaan memprihatinkan. Pandangan Baekhyun memburam.
Tapi dia bisa melihat seseorang melongok kedalam sumur dan tersenyum pada
Baekhyun.
Sungguh, namja itu tidak mengira.
Dan sampai pada akhirnya dia kehabisan nafas.
Riwayat Baekhyun berahkir bergelantung didalam sumur tua dengan amat
mengenaskan.
To be continued….
Hahaha… terasakah
horrornya? Ayo tarik nafas dulu…. tarik dalem-dalem baru ketik comentnya.
Review please!!^^]/

3 comments:
Menakutkan. Tapi ga ada yg matikan jihan??
Ah, channie sudah coid -_-t
Masih ada Luhan, dyo, kai, dan chen :D
Kenapa Harus Baekhyuunnn,?!?! (۳˚Д˚)۳ *Guling2ditempattidur* #gemeszszasdfghjkl. /PelukBaekhyun./ Btw,, aku suka kak, .. Gomapsumnidaa~ ,,!!^^ ..
Post a Comment