FANFICTION
Yang mau membaca silahkan… ini engga Chapters alias langsung ENDING
catatan : maaf bila feel kurang berasa
JUDUL : HURT
Cast : Kim Jong In, Byun Baekhyun, Choi Lu Na (YOU), and you will find other cast by your self
Genre : Sadness
Leght : LONGSHOOT
Desclimer : edit dari sebuah novel [dengan perubahan yang sangat besar]
Hope You Like, and IM SORRY
Jong In : Luna, aku sangat benci bila kau dekat dekat dengan namja itu!
*menambah kecepatan laju mobil audy yg sedang kalian tumpangi
YOU : Oppa, aku benar-benar tidak ada hubungan apapun dengannya!! Kau harus percaya itu jika kau memang kekasihku!
Jong In : Luna-ya! Kau sayang padaku kan? *manatapmu nanar
YOU : Tapi beginikah caramu menyikapiku? Aku sama saja seperti tahanan
bila begini! Kau sama sekali tidak mengerti aku!! Aku juga ingin bebas…
percayalah padaku..!
Jong In : *menginjak gas lebih cepat
YOU : Oppa!! Oppa!! Apa kau gila?....
Jong In : *tak bergeming
YOU : Baik, jika itu maumu! Kita putus!!...
Jong In : *langsung memandangmu kaget dengan mata melebar
Tapi tak lama kemudian mobil melenceng dari badan jalan….
“AAAA…!”
*-*-*-*
YOU : *Membuka mata dengan sisa sisa rasa pening. Namun kemudian kau berteriak histeris) AAAaaaa.. tidak!! tidak mungkin!!!...
Kau tidak bisa melihat apa-apa lagi, kau buta. Semuanya gelap dan tak
ada apa apa didalam kegelapan itu. Kau shock…. kau marah pada Jong In
yang notabenenya sekarang menjadi mantan kekasihmu. Dia yang membuatmu
begini.
YOU : ARRGHHH… TIDAK!! INI TIDAK MUNGKIN TERJADI!!! *berteriak sekeras mungkin
Beberapa suster berusaha menenangkanmu tapi tetap saja, kau tidak bisa terima bila begini jadinya.
Jong In : *menatapmu sambil menangis dari jendela pintu kamar tempatmu
dirawat) Mianhae…mianhae… *terisak seraya merutuki dirinya sendiri
YOU : Aku tidak akan pernah mau bertemu dengannya lagi!!! Tidak untuk sekalipun!! AKu benci! Aku benci padanya!!!!
Jong In : *mendengar segala isak jeritmu yang membuat hatinya mencelos
pedih. dia menyesal akan apa yang sudah dilakukannya… Jong In ingin
meminta maaf… tapi tidak berani bertemu denganmu
“Hurts…,”
[4 tahun kemudian]
Dentingan piano terdengar mengalun lembut memenuhi seluruh ruangan
konser. Sistem lighting di studio ini sepenuhnya menyorot pada sosok
yang sedang duduk manis seraya mengayunkan jemari lentiknya diatas piano
besar.
Dan, ketika itu selesai siapapun yang memiliki sepasang mata
disana bertepuk tangan meriah menyambut gadis dengan pawakan kecil itu.
Si gadis pianis membungkuk sambil tersenyum. Kemudian dia turun
panggung ketika suara tepukan tangan masih berlangsung heboh.
Dibawah panggung disana, seorang yeoja lain menyambut si pianis dengan
senyuman paling membanggakannya. Lalu dia memeluk sahabatnya itu.
Sun Hi : Kau hebat Luna… *memelukmu erat
Luna : Terimakasih Sunhi, ini memang pekerjaanku… *balas tersenyum meski tidak bisa melihat senyum sahabatnya itu
Lalu kalian sama sama melepaskan pelukan.
Sunhi : Aku akan memperkenalkanmu dengan seorang fans.. dia sangat menggilaimu.
YOU : Oh ya? benarkah? Siapa itu?
Sunhi : Tunggu saja… *manarik lenganmu
YOU : *menurut saja
Sunhi : Ini orangnya… namanya Baekhyun,
Baekhyun : *menatapmu dengan pandangan kosong* perkenalkan.. aku
Baekhyun… *mengulurkan tangan dan tentu saja kau tidak bisa melihatnya
Sunhi : *mengangkat tangan kananmu agar menjabat tangan Baekhyun* Baekhyun ini ingin sekali mendapat tanda tangan darimu…
YOU : Ne, terimakasih Baekhyun… Luna imnida *menjabat tangannya*
Baekhyun : (dia benar benar buta…tapi kondisinya…) *sejenak menatapmu
lagi* N-ne, aku memang mau meminta ttdmu di kaosku.. bolehkah?
YOU : Dengan senang hati Baekhyun-ssi… Sunhi, tolong bantu aku ne?
Kemudian Baekhun berbalik membelakangimu. Dengan bantuan Sunhi, kau
mulai mencoretkan ttdmu yang sedikit kacau karena memang kau buta.
Baekhyun : Um, gomawo ne? Kau memang sangat ramah… *ekspresi prihatin*
(tidak kusangka kau bisa menjadi seperti ini sekarang… andai saja
kakakku [Jong In] mengetahui keadaanmu pasti dia akan menangis bahagia.
Tapi, tidakkah kau tahu Luna… mantan kekasihmu itu sudah tiada…)
Sunhi : *menyenggol lengan Baekhyun karena namja ini terus saja melamun
sedih* (Tidak, apakah Baekhyun masih memikirkan tentang Jong In.. oh
sudahlah!)
Baek : *tersadar* Mianhae… *berbisik pada Sunhi*
YOU :
*kau merasa ada yang aneh. Memangg sejak indra penglihatanmu hilang,
pendengaranmu menjadi jauh lebih peka.. Yah, Tuhan memang Maha Adil*
Maaf, apa yang kalian biacarakan?
Sunhi : Ah, aniya! Dia hanya mau mengajak kita minum kopi..
Baekhyun : *Melotot pada Sunhi* (ah dasar gadis ini…)
Sunhi : *balas melotot pada Baekhyun* Bukankah begitu baekhyun?
Baekhyun : Ne! ne.. tentu saja!
YOU : Jinja? Oke, aku mau saja! Aku juga suka kopi… *tersenyum manis
Sunji : Kalau begitu, sampai jumpa besok Baekhyun!! *menarik tanganmu pergi
Baekhyun :
“….Jong In Hyung, bidadarimu itu kini menjadi jauh lebih baik meski dia
tidak dapat melihat… berbahagialah kau disurga sana… aku akan melakukan
apa yang telah kau inginkan, aku akan menjaga Luna…” *meratap sambil
memandang kepergianmu.
*-*-*-*
Esoknya… at Cafe
YOU : *mengetuk-ketukkan tongkatmu kedepan agar kau tak tersandung* Dimana dia?
Sunhi : Nah, itu dia! *menunjuk Baekhyun padahal tahu bila kau tak bisa melihat
YOU : Ish, tolonglah aku Sunhi-ya!
Sunhi : Tentu saja aku akan menolongmu…
Lalu kalian menuju tempat duduk dimana disana sudah ada Baekhyun. Kalian bertiga menempati tempat duduk.
Baekhyun : Selamat siang Luna, kau tampak cantik dengan dress biru itu… *tersenyum lembut
YOU : Benarkah? Ah, aku bahkan tidak tahu pakaian macam apa yang sedang kukenakan… Sunhi yang mendandaniku seperti ini.
Bekhyun : Tapi, kau tampak lebih cantik…
YOU : Gomawo, kau terlalu memuji…
Tiba-tiba ponsel Sunhi berdering.
Sunhi : Sepertinya aku harus pergi sekarang.. maafkan aku Luna, kau akan baik-baik dengan Baekhyun.
YOU : Ah, lalu siapa yang akan mengantarku pulang… aku ikut denganmu saja Sunhi…
Baekhyun : *langsung menggenggam tanganmu* aku mohon… disinilah bersamaku, aku bukan orang jahat….
Sunhi : Aku benar-benar minta maaf Luna…
YOU : *berfikir sejenak* Ne, aku percaya padamu Baekhyun…
Baekhyun : (aku bahkan masih mengingat bagaimana kedua bola mata itu
berbinar dulu.. mata yang indah, sebelum kiamat melanda mata itu…)
*memandang matamu lekat-lekat
YOU : Oh ya, kau sudah memesan? Apa perlu kupesankan.
Baek : *kaget* kau yang memesankan? Tidak perlu, aku sudah pesan tadi.. kita tinggal tunggu.
YOU : Ne, aku mengerti…
Baek : *diam untuk beberapa menit*… Um, Luna… bagaimana bisa gadis
secantik dan seberbakat dirimu kehilangan penglihatan seperti ini?
*bertanya dengan takut*
YOU : *mengerutkan dahi* (hey, untuk apa dia
menanyakan itu?!) Baekhyun, aku mohon jangan bahas masalah ini! Aku
sudah memutuskan bila aku membenci orang itu untuk selamanya. Dan tidak
akan pernah memaafkannya.
Baek : *hatinya langsung panas mendengar
kata-kata Luna* Tidak akan memaafkannya? Lalu apa yang harus dia lakukan
demi mendapat maaf darimu?
YOU : Aku ingin, dia juga mengalami hal
yang sama dengan apa yang sudah aku alami! Aku tidak akan memaafkan dia
dengan hal lain! Dia satu-satunya orang dalam hidupku yang paling
kubenci Baekhyun-ssi…
Baekhyun : (tak tahukah kau, bila Jong In
sudah meninggal Luna… dia sudah tiada…) *nafas baekhyun tercekat dan
terasa kekurangan oksigen. (lalu apa yang harus kulakukan untuk menebus
kesalahan hyungku?.. apa?...)
*-*-*-*
Karena
pembicaraan di café tadi, kau dan Baekhyun menjadi canggung. Sekarang
Baekhyun sedang menyetir mobilnya dank au duduk manis disampingnya.
kalian sama sama terjebak dalam kebisuan satu-sama lain. Sering kau
mendengar nafas berat dan patah-patah dari baekhyun, pertanda orang ini
sedang frustasi. Kau sendiri bingung mengapa dia begini.
YOU : Baekhyun-ssi, tolong antarkan aku ke studio kemarin… aku mohon.
Baekhyun : Ada show lagi?
YOU : *Menggeleng* aku ingin latihan…
Lalu kalian sampai di studio…
YOU : Terimakasih, kau bisa tinggalkan aku… aku bisa pulang sendiri…
Baekhyun : Tidak, aku ingin melihatmu bermain lagi… aku ingin melihatmu Luna-ya… tolong ijinkan aku….
YOU : Ne, jika itu maumu.. *tersenyum kecil.
*-*-*-*
Baekhyun mendengarkan permainan pianomu yang mendayu-dayu itu dengan
tatapan sedih. Dia duduk dikursi penonton –dimana kursi lain kosong
total. Kau asik bermain diatas pentas tanpa mengetahui Baekhyun yang
menartapi nasibmu.
Baekhyun meneteskan air matanya dan tersenyum
tipis. Dia tidak berkedip melihat aksi solomu itu. Segala not lagu yang
meluncur dari detingan piano terdengar begitu menyengat perasaan namja
ini. Dia tahu perasaanmu, dia bisa mengerti kesedihanmu. Dia ingin
membahagiakanmu…
YOU : *berdiri lalu hormat pada baekhyun*
Baek :
*bertepuk tangan dengan air mata yang masih menetes tapi segera diusap
sebelum indra pendengaranmu peka lagi* Permainan yang indah…. aku sangat
suka itu…
YOU : Gomawo telah menemaniku Baekhyun-ssi. Kau namja yang baik… *tersenyum tulus
Baek : lalu, apa yang akan kaulakukan setelah ini?
YOU : *turun dari panggung* aku tidak tahu… tapi aku bosan
Baek : *tiba-tiba sebuah ide muncul* bagaimana jika aku mengajakmu jalan-jalan? Kau akan suka.
YOU : Hm, kemana?
*-*-*-*
Baekhyun menuntunmu memasuki ruang theater dan kalian duduk berdua.
YOU : Dimana ini? Kenapa berisik dan gelap?
Baekhyun : Aku sedang mengajakmu nonton drama.
YOU : Yak, apakah kau menghinaku baekhyun?!
Baekhyun : Tidak, tunggu… *mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah kain hitam yang panjang*
YOU : Baekhyun, aku tidak suka caramu ini!!
Baekhyun : Luna, pakaikan ini pada kedua mataku. *memberimu kain itu* *kau kebingungan dan tidak mengerti*
Baekhyun : Kita akan melihat hal yang sama, dan mendengar hal yang
sama.. kita kan merasakan sesuatu yang sama… inilah namanya adil.
YOU : *hatimu terasa tersentuh atas apa yang namja ini katakan. kau sama
sekali tidak menduga akan begini jadinya.. Baekhyun sangat baik.*
Baekhyun : Ayo pakaikan…
YOU : *dengan menurut kau mengikat kepala Baekhun sampai matana tertutup*……. Baekhyun, aku ingin bilang…,
Baekhun : SSt… dramanya sudah dimulai, dengarkan itu Luna….
YOU : *kau merasa ingin menangis,… kau sangat terharu pada Baekhyun*
Baekhyun : *diam-diam dia membuka tutup matanya sedikit dan melihat
senyumanmu, lalu Baekhyun menutup matanya lagi.. dan ikut tersenyum*
*-*-*-*
Kau menyadari bila Baekhyun adalah orang yang sangat baik. Kalian jalan-jalan berdua sampai malam datang.
Sekarang, kau dan Baekhyun sedang duduk di hidung mobil miliknya sambil menatap langit malam di padang rumput.
Baekhyun : Apakah kau pernah memiliki bintang yang ada di langit *menatap langit
YOU : Ne, dulu aku pernah memiliki sebuah bintang yang selalu
kupandangi disetiap malamnya.. setiap kali aku melihat bintang itu ada
berjuta kebahagiaan yang tumbuh dihatiku.
Baekhun menunduk mendengar ucapanmu itu.
Baekhyun : Mengapa kau tidak ingin mendapat donor mata?
YOU : Ani, aku sudah bersyukur menjadi seperti ini. Semenjak aku buta,
aku bisa menyadari betapa indahnya duniaku dulu yang berwarna… aku
menjadi lebih penyebar dan tidak egois, aku bisa menghargai orang lain
dan mengerti arti kehidupan…
Baekhyun : (kau akan mendapatkan duniamu yang berwarna itu lagi Luna-ssi…) *tersenyum hangat.
*-*-*-*
Esok sorenya…. di sebuah rumah sakit tempat Luna dulu pernah dirawat.
Baekhun : Dokter, saya sangat ingin mendonorkan mata saya pada Luna… bisakah itu?
Dokter : *memijat dahinya* Maaf tuan Byun, anda tidak bisa melakukannya…
Baekhyun : Kenapa dokter? Saya sangat ikhlas melakukannya.. saya benar-benar akan mendonorkan mata saya demi kebahagiaan Luna.
Dokter : Mata yang bisa digunakan oleh nona Luna… hanya mata orang yang sudah meninggal…
Jantung Baekhyun berdetak lebih cepat begitu mendengar kalimat itu. Dia sedikit tak terima. Bagaimana bisa harus begitu?
*-*-*-*
Dan, dimalam harinya… Baekhyun pulang ke apartementnya dengan sebotol bir di tangan dan segenggam obat.
Dia mendudukkan diri diatas ranjang dan termenung sejenak. Dipandang
botol bir dan obat tadi secara bergantian. Dia sudah membulatkan tekad
serta harus berkorban. Dikeluarkan selembar kertas putih dari dokter.
Baekhyun menarik nafas panjang-panjang.
Dia membuka bungkus obat tersebut lalu menelan 2 sekalugus dibantu sebotol bir tadi.
Dan untuk detik selanjutnya, Baekhyun berbisik “selamat tinggal dunia…”
*-*-*-*
Esok lusanya…
Dokter : Luna, bukalah matamu secara perlahan…
YOU : *mulai membuka kelopak matamu dengan berat, setelah beberapa kali
berkedip… duniamu telah kembali.. kau bisa melihat warna lain yang
selama ini hanya hitam.* *kau menangis bersyukur*
Sunhi : *memelukmu erat* Selamat datang di duniamu lagi Luna-ya,… *ikut terisak*
YOU : Dokter, sebenarnya siapakah orang yang dengan dermawannya mau
memberikan matanya untukku? Aku mohon katakan padaku dokter…
Raut
muka dokter dan Sunhi langsung berubah… mereka tampak sangat gelisah dan
sama-sama diam. Kau sendiri tak tahu, apakah ini ada kaitannya dengan
seseorang.
Sunhi : Aku yang akan mengantarmu Luna…
*-*-*-*
Sunhi mengantarmu kesebuah apartemen kecil yang rapi tetapi disana kosong. Kau memasuki ruangan itu dengan langkah kecil.
Kau kenal aroma ini, kau seperti sudah mengerti siapa yang ada dibalik ini semua… tetapi tidak tahu siapa orang itu…
Kau memasuki sebuah kamar dengan satu ranjang besar. Kau kaget ketika
melihat ada sebuah surat disana. Kau mengambilnya lalu membacanya…
Dear Luna-ssi,
Aku tahu pasti sekarang kau sudah memiliki penglihatan yang selama ini
selalu kau rindukan. Aku ucapkan selamat Luna, berbahagialah…
Aku sangat kaget ketika mendengarmu tidak mau memaafkan Jong In. Pada saat itu aku tidak tahu harus bagaimana.
Aku ingin selalu membahagiakanmu…
Melihat senyummu seiring permainan piano itu terasa sangat menyiksa
hati, aku tahu diablik senyum itu pasti ada sebuah kepedihan… aku salut
padamu Luna, kau gadis terhebat yang pernah kukenal seumur hidupku…
Karena itu,
Aku mau kau kembali menemani bintangmu disetiap malam… karena sekarang,
akulah bintangmu itu…. aku ada disana, menemanimu disetiap malamnya…
Tersenyumlah Luna, aku akan bahagia bila kau terus tersenyum… jangan
kecewakan aku yang telah berkorbann untukmu… berkaryalah demi masa
depanmu yang indah itu…
Aku mencintaimu…
Byun Baekhyun,
Adik mendiang Jong In
Tanpa kau sadari, kertas itu telah basah oleh derai air matamu…
ENDING
thanx buat yang sudah baca^^]/
need coment ne...
Gomawo... ^ ^
1 comments:
Huaaa :'( sad bingit :" tapi kenapa kirang jelas waktu knapa baek mau donorin matanay, dan apa penyebab kai mati? Aigooo ini ff bikin saya kepo
Post a Comment