DARK EYES
Author : Jihan Kusuma
Genre : Family and Horor
Cast : EXO members and YOU as Hwang Mina
Leght : Prolog, Chapters, and Epilog
Desclimer : Its just a fiction and I think it will be hurt. Becarefull with your eyes….
Thanx
chap 6
Your POV
“Oppa, tempat ini…isk… Baekhyun oppa, Kyungsoo oppa…” aku sama sekali tidak bisa menahan isakan yang semakin menjadi. Kai memandangku penuh tanya. “Apa? Ada apa dengan tempat ini?” tanyanya dengan tatapan serius. Aku ingin mengatakan sesuatu, dengan mata kepala sendiri kulihat mayat mereka terbaring ditempat ini tapi entahlah…. kepalaku sakit, aku pusing, aku tidak bisa berkata-kata.
“Ah…” pekikku sambil memegangi luka didahi. Kai oppa menahan tubuhku agar tetap bangkit. “Kita harus cepat kerumah sakit…” ucapnya sambil membawa tubuh lemahku keluar dari ruangan. “Ani! Ani oppa… tidak ada waktu! Ada yang tidak beres dengan tempat ini! Aku merasakannya… dia menjambakku dan mendorong kepalaku kedinding… kita harus temukan semua member, aku tahu ini semua tidak benar oppa….! Aku masih bisa berjalan, aku baik baik saja….” kutatap dia lekat lekat sambil menahan air mata dengan tegar.
Kai balas menatapku sejenak. Kulihat giginya menggertak penuh emosi. Namun namja itu dengan segera membawaku kekamar. Aku didudukkan disofa. Pusing masih sepenuhnya menguasai kepala. Dan selanjutna Kai oppa keluar kamar dan kembali dengan sebaskom air dengan handuk, juga kotak obat.
Chen, Tao, Lay, and Xiumin side :
“Tidak bisa..! Aish..!! Sebenarnya kalian kenapa bisa ada didalam situ hah?!!” omel Chen seperti ibu ibu sambil memukul mukulkan sebuah batu besar ke gembok dengan susah payah. Konyol memang… bagaimana bisa batu dengan ukuran sekian bisa mematahkan gembok besi dengan massa sekian?! Ini semua ide Tao yang begitu kekanak-kanakan.
Tao sibuk mondar mandir kesekitar ruangan sambil sesekali menggaruk kepalanya yang terasa bagai dipenuhi kutu. Bisa rontok rambutnya jika begini terus. Gembok itu hanya mampu dibuka dengan kunci.
“Tadi kami bersama Sehun!! Iyya kan Min?! Tapi tiba tiba Sehun menghilang!!” omel Lay balik seperti oma oma yang biasa menjual cabai di pasar.
“Iya!! Pintu langsung tertutup dengan keras. Alhasil…. kami terkunci disini, mana disini gelap, banyak tikus! Aku benci tempat ini….” tambah Xiumin yang kini malah terdengar seperti bualan kakek kakek yang nyaris terkena serangan struk.
Oke, sudah disebutkan diatas. Ibu-ibu, anak-anak, oma-oma, dan kakek-kakek.
“Aku tidak bisa!! Tidak bisa! Tao! Kau temukan apa lagi hah? Aku lelah mencoba membuka gembok ini… tetap saja tidak mau terbuka! Yang kita butuhkan adalah kunci!” kini kepala Chen hampir meledak saking panas otaknya.
“Hyung, aku hanya memiliki ini.” Tao mengeluarkan sebuah peniti dari saku celana jeans yang dia kenakan.
Chen langsung tersenyum manis ketika sebuah lampu menyala diatas kepalanya. Dia segera menyahut peniti itu dari genggaman Tao.
Kris and Luhan side :
Seorang namja dengan pawakan tinggi dan disampingnya, namja seumuran dengannya yang memiliki tinggi badan lebih rendah beberapa centi tengah menyusuri jalan setapak yang tidak jauh dari gedung dorm. Kris menggenggam sebuah senter besar sedangkan Luhan hanya melangkah dan diam disebelahnya.
Petir menggelegar beberapa kali menimbulkan seberkas cahaya berkedip di langit malam tetapi mereka tidak takut akan tersambar, bahkan mereka terus berjalan hanya dengan sebuah mantel untuk melindungi diri dari hujan deras.
Bibir Kris sudah tampak membiru karena kedinginan namun itu sama sekali bukan penghalang untuknya. Luhan pun juga begitu, matanya sayu karena mengantuk.
“Baekhyun!!!!!” seru Kris memanggil manggil nama namja itu. “Suhoo…!” teriaknya lagi. Namun, nihil… hanya suara hujan yang terdengar menertawakan kebodohan Kris.
“Aku tidak yakin bila mereka ada disini? Untuk apa mereka ke ladang ilalang seperti ini hah? Apalagi sekarang hujan. Siapa tahu mereka sudah kembali ke dorm…” celetuk Luhan yang terkenal dengan otaknya yang cerdas karena dia memang pemegang peringkat IQ tertinggi di EXO.
“Kita harus mencari mereka disini… siapa tahu Baekhyun terkapar disini dengan tubuhnya yang membeku? Atau Suho sudah menjadi mayat ada disekitar sini…! Kita harus terus melangkah…” balas Kris dengan tidak berperasaan. Dia sudah sangat lelah dan kedinginan.. kalau sudah begini Kris mudah sekali emosi. Lagian nyaris satu jam mereka berjalan tanpa membuahkan hasil.
Luhan yang mendengar perkataan Kris barusan langsung berhenti melangkah sambil menatap punggung namja tinggi itu.
“Tidak bisakah kau jaga bicaramu?” ucap Luhan tajam.
Kris berhenti tapi belum juga membalikkan badan.
“Tidak bisakah kau membayangkan jika apa yang kau katakana itu benar? Sebenarnya apa yang ada dipikiranmu Kris?! Jangan pernah berkata bila Suho telah menjadi mayat atau Baekhyun yang sekarat! Ucapanmu itu sudah kelewatan Kris!” cetus Luhan begitu menusuk hingga ke hati Kris.
Kris berbalik dan menatap Luhan dengan kilatan emosi di bola matanya. Namja itu mendekat pada Luhan. Baiklah, ini begitu dramatis dengan hujan yang terus menghujam tubuh mereka.
“Memangnya kau tahu mereka ada dimana hah?! Aku tahu kau lelah! Aku juga lelah Luhan!! Kita semua bingung mencari mereka! Bahkan disaan seperti ini kau masih bisa manja dan merajuk untuk kembali. Tapi tidak padaku, tidak akan pernah. Suho dan Baekhyun bisa saja ada disini! Mereka bisa berada dimana saja dengan keadaan bagaimanapun!! Mati kah? Hidup kah?! Kita belum mengetahui. Apakah kau tidak berfikir dengan otakmu?!” Kris menunduk demi menatap mata Luhan tajam tajam.
Kelopak mata Luhan bergetar menahan kedip. “Kau yang tidak berfikir dengan otakmu!” bisik Luhan sambil menggertakkan rahangnya. Kini dia sudah benar-benar diliputi rasa benci pada Kris yang terlalu keras kepala.
Kris mendengar itu semua langsung menggenggam kerah pakaian Luhan keras keras dan menariknya mendekat. Mata namja tinggi itu melotot dengan kuat sampai bola matanya nyaris melompat keluar. “Sialan!!”
‘Buagh!!..’ dengan gerakan cepat Kris melayangkan tinju ke rahang Luhan disertai umpatannya. Tubuh Luhan terlempar tidak jauh.
Dan tubuh namja kecil itu tersungkur mencium tanah. Ini kali pertamanya Luhan mendengar umpatan dari Kris didepan wajahnya sendiri. Dan ini kali pertama namja itu mendapat perlakuan tidak menyenagkan dari teman sesama member.
Pipi Luhan yang membentur tanah terasa lebam dan sakit. Luhan melirik Kris dengan pandangan membunuh. Luhan mengusap darah yang menetes dari ujung bibirnya, dan sedetik kemudian dia bangkit lagi.
“Beraninya kau melemparku seperti itu!” geram Luhan seraya mengambil langkah lebih dekat, dan selanjutnya….
‘Buaghh..!’ sebuah tonjokan keluar dari Luhan tepat mengenai pipi tirus Kris. Kris langsung memegangi area tonjokan itu. Rasanya ngilu dan berdenyut denyut. “Ahk… dasar!”
Namun sebelum Kris membalas itu semua. Luhan kabur dan berlari entah ke arah mana. Dengan segera Kris mengejarnya berniat melanjutkan perkelahian ini dengan jantan.
Kai and Your side :
“Chagi, sebenarnya apa yang ada di ruangan itu?” tanya Kai sambil membalut luka di kepala Mina dengan perban.
Mina yang bersandar di lengan sofa mengehmbuskan nafasnya yang terdengar basah dan berat. Sesungguhnya begitu sulit mengungkapakan apa saja yang terekam oleh kedua matanya tadi, itu terlalu menyakitkan… terlalu perih untuk dituangkan.
“Baekhyun oppa… Kyungsoo oppa…. mereka…” bisik Mina dengan mata yang berkaca kaca dan menatap arah lain penuh kepedihan. Nafas Mina tersendat sesaat sebelum kata-kata itu rampung.
Kai yang sudah selesai dengan urusannya memandang Mina, menunggu kalimat lain tertuang dari bibir manis gadisnya. “Apa yang terjadi pada mereka?” Kai menggenggam kedua lengan Mina. Tetapi bibir gadis itu malah bergetar. Kai mendekap Mina kedalam hangatnya pelukannya. Mina bernafas hingga dadanya naik turun dalam dekapan Kai. Dia malah membenamkan wajahnya ke tubuh namjanya berusaha menahan tangis yang mungkin sebentar lagi akan pecah.
Kai mengecup ujung kepala Mina dan mengelus punggung gadis tersebut. “Katakan… katakan padaku chagi…” bisiknya pengertian.
“Mereka…mereka.. telah menjadi mayat……” tangisnya dalam dada Kai.
Urat urat wajah Kai langsung kaku dan matanya terbuka tanpa berkedip. Dia tidak percaya akan apa yang dikatakan Mina. Baekhyun… Baekhyun hyungnya yang ceria dan penuh senyum, yang selalu riang dan bersuara indah itu… Kyungsoo…. teman terdekatnya, yang selalu tidur bersamanya setiap malam… menghapus air matanya dalam senang maupun kesedihan…. orang satu satunya yang dia cari setiap terbangun dipagi hari. Dia tidak menyangka, senyum Kyungsoo yang dia lihat tadi pagi adalah senyuman terakhirnya….
Kai menangis dan menunduk dalam dalam. Bahunya bergetar.
Chen, Xiumin, Tao, and Lay’s side :
“Yess!! Terbuka!” ungkap Chen kegirangan sambil memutar tuas pintu. Lay dan Xiumin berhasil keluar dari sana dengan terbatuk-batuk.
“Uhuk..uhuk… ah.. akhirnya keluar juga dari ruangan menyedihkan itu.” Xiumin mengibaskan tangan didepan wajahnya sambil berusaha berbicara karena debu masih menempel di tenggorokannya.
“Gomawo, kau memang cerdas!” Lay memeluk Chen. Tao hanya tersenyum memandang ketiga hyungnya itu.
“Sebaiknya kita segera turun. Kita cari Kai dan Mina.” tukas Chen.
Tetapi tiba tiba tercium sebuah aroma tidak sedap. Keempat namja itu mengendus endus. “Hei, apakah kau belum mandi?” tunjuk Lay pada Tao. Dan Tao langsung mengangkat ketiaknya sedikit. Namja termuda itu mencium baunya sendiri dan itu sama sekali bukan berasal dari dia.
“Aku memang belum mandi, tapi ini bukan bauku.” jawab Tao.
“Busuk sekali!! Apa ini? Apakah kalian muntah tadi saat didalam?” tuduh Chen kepada Lay dan Xiumin.
“Enak saja. Bukan kami!! Sedari tadi aku dan Xiumin hanya diam menunggu pertolongan!” sergah Lay cepat.
Dan parahnya bau tidak enak itu semakin menyeruak kedalam loteng.
To be continued….
Huaahh…. baunya enak yakkk >_< bau gue ituhh…. khahaha :v
Ada yg mau protes sama chap ini silahkan protes sepanjang-panjangnya, segamblang-gamblangnya di coment. Bisa maki maki authornya, bunuh authornya sekalian…? boleh!! Asal gue bakal balas dendam tarr…. :v atau ada juga yang mau protes ama adegan Luhan sama Kris yg berantem? *-*
Ada yg mau coment? HARUS COMEN BUAT YG UDAH BACA!!!!!!!!!!!!!!! :v
Sementara hanya ini yang bisa author katakan….
*Note : Mian kalo ada typo. Setelah ngarang ga aku baca lagi.. pisss ^_^
Pai ppaiii!!!! ^^]/ *lambai bareng Luhan diatas sampan

2 comments:
Halo halo Jihaaaannnn!!!! Firda dataaanngggg!!!! Siap ngerusuh cerita yang bahkan belum saya baca. Yang bahkan baru kubuka. Yang bahkan aku baru tahu. Oke, ini kenapa kayak bahasa novel?
Seperti kubinag, AKU BELUM BACA!! Jadi, apa komenku?
keren, thor. Bagus. Lanjut.
*jihan siapin sapu
*firda kabuuurrr!!!
Oke, aku udah baca.. Kamu nanya, mau protes sama author? SANGAT INGIN!!
Pertama, ini kenapa pendek amat? Atau cuma menurutku aja ya yang pendek? 8-|
Kedua, tolong itu pas kamu ganti POV atau Side, nggak usah digituin.. Cukup kamu kasih bintang lima(?) atau apapun sebagai pembatas, dan biarkan pembaca menebak sendiri.. Biar lebih bikin penasaran..
Ketiga, jadi kamu memilih menghilangkan unsur thrillernya daripada nulis itu di genre.. Oke, fine, bye! (?) /readerlaknat
Empat, /eeh,masihada.. Ini kenapa nggak ada bunuh-bunuhannya? Yaampun Jihaannn!!! Saya kangen kematian member EXO!! *digoreng Exotics*
Lima, sumpah Jihan, ini terakhir!! Dan, memang terakhir karena isinya MAKASIH UDAH DIBOLEHIN RUSUH!! KEEP WRITING! FIGHTING!!
nb : yaelah, pake nb segala.. Aku bingung mau disusupin(?) kemana.. Nggak ada Typo kok.. Ada, tapi manusiawi laah.. Kemampuan EYDnya dinaikin ya..
Salam hormat(?),
Firda Syaviera
Post a Comment